2.301 Lowongan Kerja Dibuka di Kajen Career Expo 2026, Plt Bupati Sukirman: Pengangguran Turun Signifikan
Plt Bupati Pekalongan Sukirman pantau langsung Kajen Career Expo di GPU Kajen, Selasa, 4 Agustus 2026.-Hadi Waluyo.-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Sebanyak 2.301 lowongan kerja dari 28 perusahaan dibuka dalam KAJEN Career Expo 2026 yang digelar Pemkab Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) KAJEN, Selasa, 4 Agustus 2026, hingga Rabu, 5 Agustus 2026.
Tak hanya menjadi ajang bursa kerja, kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran Rumah Siap Kerja Kajen, penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan, penghargaan ketenagakerjaan, bazar UMKM, hingga talkshow ketenagakerjaan.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, mengatakan, Kajen Career Expo merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.
"Kajen Career Expo 2026 ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai wujud nyata dalam memfasilitasi penyerapan tenaga kerja lokal secara cepat, menekan angka pengangguran terbuka, serta membangun ekosistem ketenagakerjaan daerah yang inklusif, harmonis, dan berkeadilan," ujarnya.
Menurutnya, tahun ini terdapat 2.301 lowongan kerja yang mencakup sekitar 80 posisi jabatan bagi lulusan SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Lowongan tersebut berasal dari 28 perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur, tekstil dan garmen, perbankan, keuangan, perdagangan, ritel, administrasi hingga teknologi informasi.
Kajen Career Expo menerapkan dua skema layanan, yakni rekrutmen langsung dan job fair. Sebanyak 13 perusahaan mengikuti skema rekrutmen dengan menyediakan proses wawancara langsung selama kegiatan berlangsung.
"Dengan menggabungkan dua skema tersebut, Kajen Career Expo tidak hanya menjadi ajang penyebarluasan informasi lowongan kerja, tetapi juga menjadi wadah yang efektif untuk mempercepat proses penempatan tenaga kerja," kata Siti Masruroh.
Selain bursa kerja, Pemkab Pekalongan juga meluncurkan Rumah Siap Kerja Kajen sebagai pusat layanan ekosistem ketenagakerjaan terpadu.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, Candra Yuliawan, mengatakan, tantangan ketenagakerjaan saat ini bukan semata-mata minimnya lowongan pekerjaan, melainkan ketidaksesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.
"Sebenarnya jumlah lowongan pekerjaan di Jawa Tengah sangat banyak. Dibanding dengan penganggur, banyak lowongan kerjanya. Namun terjadi mismatch penempatan tenaga kerja," katanya.
Ia menjelaskan, mismatch terjadi karena ketidaksesuaian tingkat pendidikan, kompetensi, maupun kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja.
Candra pun memberikan tiga pesan kepada para pencari kerja. Yakni pola pikir, perluas konektivitas, dan belajar sepanjang hayat.
"Kuncinya ada tiga. Pertama pola pikir atau kedewasaan, etika dan attitude. Kedua konektivitas, cari relasi dan teman sebanyak-banyaknya karena banyak informasi pekerjaan justru diperoleh dari lingkungan sekitar. Ketiga, jadilah pembelajar sepanjang hayat. Dunia kerja sudah dikuasai digitalisasi. Kalau kita tidak bisa mengimbangi, kita akan tertinggal," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

