Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Sarjana Masih Sulit Cari Kerja, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Belum Terasa

Sarjana Masih Sulit Cari Kerja, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Belum Terasa

Para pencari kerja berjubel di Kajen Career Expo 2026 di GPU Kajen untuk mencari pekerjaan, Selasa, 4 Agustus 2026.-Hadi Waluyo.-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Di tengah target pemerintah menciptakan 19 juta lapangan kerja, realitas di lapangan masih dirasakan berbeda oleh sebagian pencari kerja. 

Salah satunya dialami Nadia Nurlaili Ummi Latifah (23), lulusan Ilmu Politik Pemerintahan asal Kajen, Kabupaten Pekalongan, yang mengaku hingga kini masih kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya.

Meski telah berkali-kali melamar pekerjaan secara daring, mengikuti psikotes hingga wawancara, Nadia mengatakan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan masih sangat terbatas.

"Kalau online pernah, sudah enggak kehitung ya, mungkin sudah cukup banyak. Dan melakukan interview, terus psikotes, ngerjain tes-tes juga sudah cukup banyak," ujar Nadia, ditemui disela-sela Kajen Career Expo di GPU Kajen, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia mengungkapkan, beberapa peluang kerja sebenarnya sempat datang. Namun, sebagian besar mengharuskannya mengikuti tahapan seleksi secara langsung di luar daerah sehingga tidak dapat dipenuhi.

Baca juga:2.301 Lowongan Kerja Dibuka di Kajen Career Expo 2026, Plt Bupati Sukirman: Pengangguran Turun Signifikan

"Kalau pemanggilan, lebih ke karena saya tidak bisa mendatangi tempat yang seharusnya menjadi tempat untuk interview offline," katanya.

Menurut Nadia, lowongan pekerjaan yang tersedia di Kajen Career Expo juga belum banyak yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Ia menilai sebagian besar lowongan lebih banyak ditujukan untuk posisi tertentu seperti salesman, crew outlet, atau pekerjaan di luar negeri.

"Saya lulusan Ilmu Politik Pemerintahan. Setelah saya melihat-lihat lowongan pekerjaan yang tersedia, kebanyakan opennya untuk laki-laki atau pekerjaan di luar negeri maupun salesman dan crew outlet. Sejauh ini saya belum menemukan yang cocok," ungkapnya.

Ditanya target pemerintah yang menjanjikan penciptaan 19 juta lapangan kerja, Nadia berharap program tersebut benar-benar diwujudkan sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pencari kerja.

"Melihat kondisi politik dan pemerintahan saat ini, kita sudah tahu lebih dari satu tahun dijanjikan 19 juta pekerjaan oleh Presiden Prabowo. Namun yang saya lihat dari data-data dan keresahan masyarakat, mayoritas masih kesulitan mencari pekerjaan di luar lowongan seperti SPPG atau Koperasi Desa. Saya berharap program 19 juta pekerjaan ini segera direalisasikan sesuai harapan masyarakat," tuturnya.

Ia menilai persaingan kerja saat ini semakin ketat karena jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah, sementara pertumbuhan lapangan pekerjaan belum mampu mengimbanginya.

"Menurut saya saat ini semakin ketatnya persaingan dan besarnya jumlah sarjana, tetapi tidak dibarengi dengan jumlah lapangan pekerjaan yang semakin banyak juga. Jadi cukup sulit, karena data juga menunjukkan sarjana yang menganggur sudah cukup banyak," katanya.

Selain terbatasnya lapangan pekerjaan, Nadia juga menyoroti masih banyaknya perusahaan yang menetapkan batas usia maksimal pelamar di kisaran 24 hingga 26 tahun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: