816 Jiwa di Sragi Kabupaten Pekalongan Krisis Air Bersih, Sumur Mengering Sebulan
Kodim Pekalongan bersama BPBD Kabupaten Pekalongan dropping air bersih di Kelurahan Sragi yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. -Hadi Waluyo.-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Sebanyak 816 jiwa di Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan harus berjuang mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur warga mengering selama sebulan terakhir.
Kondisi tersebut dialami sedikitnya 238 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Dukuh Ringinpitu A, Ringinpitu B, Gebyang, dan Dukuh Pesantren. Aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi hingga mencuci kini tidak lagi semudah biasanya.
Bahkan, sebagian warga terpaksa mengandalkan pasokan air dari mushola setempat untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
"Kondisi sumur warga tidak mengalir karena airnya tidak bisa terpompa naik. Untuk kebutuhan sehari-hari kami mengambil air dari mushola," ujar salah seorang warga, Wahadi, Rabu, 5 Agustus 2026.
Bantuan air bersih dari Kodim dan BPBD Kabupaten Pekalongan, kata dia, sangat membantu untuk mengatasi krisis air bersih warga.
"Kami sangat senang mendapat air bersih. Semoga bantuan seperti ini bisa terus berlanjut selama musim kemarau," ujar Wahadi.
Melihat krisis air bersih di Sragi, Kodim 0710/Pekalongan melalui Koramil Sragi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Danramil Sragi, Kapten Inf Riyanto, mengatakan, distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat musim kemarau.
"Kodim 0710/Pekalongan melalui Koramil Sragi bersama BPBD melaksanakan pendistribusian air bersih ke Kelurahan Sragi. Harapannya langkah ini dapat membantu mengurangi kesulitan air bersih serta meringankan beban warga yang terdampak," kata Kapten Riyanto.
Sementara itu, Kepala Desa Sragi, Teguh, menjelaskan, kekeringan di wilayahnya hampir selalu terjadi setiap musim kemarau, terutama pada periode Juli hingga September.
Menurutnya, keterbatasan sumber air menyebabkan sejumlah sumur warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika curah hujan menurun dalam waktu lama.
"Kondisi ini memang terjadi hampir setiap tahun saat puncak musim kemarau. Karena itu, pemerintah daerah bersama BPBD rutin menyalurkan bantuan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya.
Bantuan air bersih yang disalurkan diharapkan mampu menjadi solusi sementara hingga musim hujan tiba. Di sisi lain, warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama kekeringan masih berlangsung agar aktivitas sehari-hari tidak semakin terganggu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

