Kalender Hijriyah Global Jadi Topik Bahasan di Munas Tarjih
--
RADARPEKALONGAN.DISWAY.ID - Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-32 Muhammadiyah usai Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Tiga hal besar dibahas, salah satunya Kalender Hijriyah Global Tunggal yang akan diterbitkan Muhammadiyah.
Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar mengatakan, Konsep Kalender Hijriyah Global Tunggal telah dipersiapkan dengan prinsip satu hari satu tanggal Hijriah di seluruh dunia. Berbagai seminar, kajian ataupun sosialisasi telah dilakukan diberbagai wilayah guna mendukung terwujudnya Kalender Hijriyah Global Tunggal ini.
"Sebagai peradaban yang lama, Islam telah hadir selama 14 abad, namun tak kunjung memiliki kalender unikatif. Oleh sebab itu, perlu diupayakan kalender terpadu untuk umat Islam di seantero dunia. Salah satu tujuan dari penerapan Kalender Hijriyah Global Tunggal ini adalah sebagai solusi untuk peristiwa hari Arafah dan hari-hari besar Islam lainya," ungkapnya di Kantor PP Muhammadiyah.
Ditambahkan Syamsul, Muhammadiyah mengakui bahwa penerapan konsep ini akan menimbulkan berbagai pertanyaan dan kritik. Oleh sebab itu, perlu persiapan matang dan jawaban yang bersumber dari syariat Islam dan ilmu pengetahuan.
"Kami bahas Kalender Hijriyah Global Tunggal sudah dikaji, terakhir dibahas di Istanbul Turki tahun 2016 dihadiri 60 wakil berbagai negara. Apa yang dilakukan Muhammadiyah mengacu pada keputusan-keputusan internasional dengan kriteria yang digunakan adalah dari Istanbul Turki sebagai yang paling terkini," terangnya.
Pada Munas Tarjih Ke-32 yang di gelar dari 23-25 Februari 2024 ini, membahas tiga topik penting masalah keagamaan, yaitu Pengembangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, Fikih Wakaf Kontemporer, dan Pengembangan Pedoman Hisab Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



