Jangan Langgar Ilmu Kuno Ini Agar Padi Kalian Tetap Subur, Bebas Hama dan Panen Joss!
Jangan Langgar Ilmu Kuno Ini Agar Padi Kalian Tetap Subur, Bebas Hama dan Panen Joss-Pegawai Kontrak-Youtube
Menurut ilmu titen, waktu terbaik untuk tandur atau pindah tanam adalah saat bulan mati petangan sore, yaitu ketika bulan tidak tampak sama sekali di langit malam.
Periode tersebut biasanya terjadi pada tanggal 23 hingga akhir bulan Jawa. Dengan memilih tanggal tanam ini, siklus hidup hama penggerek batang dapat dihindari, sehingga padi terhindar dari serangan sundep atau beluk.
Untuk menentukan waktu semai benih, kalian perlu menghitung mundur 20 hari dari tanggal tandur yang telah dipilih.
Misalnya, jika kalian berencana menanam padi pada tanggal 25 Jawa, maka waktu penyemaian benih sebaiknya dilakukan pada tanggal 5 Jawa.
BACA JUGA:Paling Istimewa! Inilah 9 Weton Raja Kaya Raya Pemilik Rezeki Tertinggi Menurut Primbon Jawa
BACA JUGA:PANEN DUIT GEDE! 7 Weton Ini Akan Dapat Rezeki Besar dalam Waktu Dekat Menurut Primbon Jawa
Mengapa Bulan Mati Petangan Sore Penting?
Serangan hama penggerek batang padi biasanya terjadi sekitar bulan purnama, yakni pada tanggal 15 Jawa.
Lima hari sebelum dan lima hari setelah bulan purnama adalah periode paling rawan bagi tanaman padi.
Jika padi ditanam terlalu dekat dengan tanggal ini, tanaman muda akan lebih rentan terhadap serangan hama.
Sebaliknya, menanam setelah bulan purnama dapat mengurangi risiko serangan karena hama tidak memiliki waktu yang ideal untuk berkembang biak.
BACA JUGA:Rahasia Primbon Jawa: 5 Benda Pembawa Rezeki yang Wajib Dimiliki Umat Muslim
BACA JUGA:Mbonggol Duit! Inilah 8 Weton yang Akan Berjaya di Tahun 2025 Menurut Primbon Jawa
Dampak Salah Menentukan Tanggal Tanam
Banyak petani yang pernah mengalami kejadian ini, yakni dua petak sawah bersebelahan, tetapi hanya salah satunya yang terserang hama beluk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
