Tingkatkan Mutu Pendidikan PKPBM Kenalkan Metode Scaffolding
KOTA - Pusat pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat provinsi jawa tengah bersama dengan dinas pendidikan kota pekalongan menyelenggarakan orientasi teknis peningkatan mutu pembelajaran di PKBM melalui implementasi kurikulum 2013 (in house training), yang berlangsung selama 3 hari yakni mulai Rabu - Jumat (22-25/9/2020), bertempat di aula B dinas pendidikan setempat.
Disampaikan Kepala Seksi Kurikulum dan Kelembagaan PAUD Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah. Dalam metode scaffolding, setidaknya ada dua implikasi utama dalam pendidikan.
Pertama, adalah perlunya tatanan kelas dan bentuk pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi disekitar tugas-tugas yang sulit dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif di dalam masing-masing mereka. Kedua, dengan semakin lama siswa semakin bertanggung jawab terhadap pembelajaran sendiri.
"Ringkasnya, siswa perlu belajar dan bekerja secara berkelompok sehingga siswa dapat saling berinteraksi dan diperlukan bantuan guru terhadap siswa dalam kegiatan pembelajaran," ungkap Sherly.
Setidaknya ada 13 PKBM dan tutor di kota pekalongan yang mengikuti kegiatan tersebut, hal itu menjadi daya dukung bagi para guru untuk memberikan pembelajaran secara optimal kepada siswa dalam PKBM dengan mengikuti perkembangan zaman.
"Kita berusaha dengan baik dna optimal, meski bentuknya adalah PKBM kita an memberikan pembelajaran mengikuti perkembangan yang ada," ungkap Sherly.
Ditambahkan oleh Kepala PP PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Tengah, Djajeng Baskoro bahwa kurikulum 2013 ini menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan. Disamping itu juga, k-13 Mendorong kreatifitas dan inovasi para pendidik kesetaraan dengan memberikan keleluasaan bagi peserta untuk mencari informasi yang lebih luas dalam pembelajaran.
"Pendidikan kesetaraan juga di lengkapi dengan pendidikan vokasi, dimana tidak hanya akademi saja namun juga sikap, serta kecakapan peserta didik di berikan melalui pendidikan vokasi," jelasnya.
Pihaknya menyebutkan, bahwa sistem ini juga mendorong para pendidik dan peserta didik untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mendapatkan ilmu pengetahuan dari internet, hal ini tentu dengan kompetensi dan kontrak belajar yang jelas. (mal)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
