Pedagang Pasar Senggol Kuripan dan Alun-Alun Terima Bansos
KOTA - Sebanyak 60 pedagang Pasar Senggol Kuripan yang kiosnya terbakar pada 26 Desember 2022 lalu, serta 153 pedagang eceran di Alun-Alun Kota Pekalongan, menerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kota Pekalongan.
Bansos senilai Rp500 ribu per pedagang itu secara simbolis diserahkan Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid didampingi Wakil Walikota H Salahudin, dan Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Budiyanto, di Ruang Jawa Hokokai Setda, Senin (9/1/2023).
Wali Kota Afzan berharap bansos tersebut setidaknya bisa meringankan beban para pedagang dan menambah modal jualan baik bagi pedagang yang kiosnya kebakaran, maupun pedagang Alun-Alun yang belum difasilitasi lokasi berjualan oleh pemerintah.
"Kita butuh proses untuk mengakomodir aspirasi pedagang, tentunya tidak semuanya juga bisa diakomodir, ada yang bisa ada yang tidak, kita lihat regulasi dan aturannya, serta kondisinya seperti apa," tuturnya.
Aaf, sapaan akrab Afzan, menambahkan, pada prinsipnya pemerintah mengerti apa keluhan dan aspirasi para pedagang, hanya saja untuk memberikan solusi pemerintah membutuhkan waktu serta proses agar bisa terlaksana sesuai aturan.
"Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan beban para pedagang baik yang ada di Alun-Alun maupun pedagang Senggol Kuripan yang terdampak kebakaran beberapa waktu lalu," harapnya.
Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Senggol Kuripan yang terdampak kebakaran, Joko, mengaku senang adanya bantuan tunai tersebut.
"Alhamdulillah senang dan apresiasi sekali, hal ini menandakan adanya wujud perhatian dari Pemkot Pekalongan. Kami bukan melihat secara nominal, tetapi pemerintah memperhatian kami pedagang Pasar Senggol Kuripan," katanya.
Joko mengungkapkan bahwa 15 kios besi yang ia huni di Pasar Senggol Kuripan ludes terbakar. Ton-tonan besi miliknya meleleh bersama kobaran api. Kerugian yang ia alami mencapai Rp300 juta.
"Kios saya yang depan paling parah, ditambah lagi yang di tengah, saya bingung bagaimana menyelamatkan barang-barangnya. Kalau ditaksir sampai Rp300 juta, karena 10 ton besi pun ada dan meleleh di sana. Ya harus gimana lagi, sedih saat kejadian itu. Kejadiannya itu selepas Magrib dan kios sudah tutup dan orang-orang sudah pulang," kata Joko. (way)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
