Satu Data Ditargetkan Terwujud Tahun 2024/2025
KOTA - Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan satu data Kota Pekalongan bisa terwujud paling lambat di tahun 2024/2025.
Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid dalam kegiatan pertemuan Forum Data Kota Pekalongan Tahun 2022 yang digelar di Ruang Buketan, kemarin.
"Forum data ini adalah tindaklanjut kegiatan forum data tahun sebelumnya di tahun 2021. Kami harapkan ada evaluasi terus dan di tahun 2024/2025 satu data bisa terwujud dan diimplementasikan di Kota Pekalongan," ucap Wali Kota.
Menurutnya, selama ini data-data yang disajikan antar instansi, salah satunya data dari Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) masih berbeda.
"Dengan kemarin BPS turun ke lapangan menerjunkan para petugasnya untuk melakukan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022. Beberapa permasalahan masih terjadi seperi orang ber-KTP Kota Pekalongan tetapi tidak tinggal di Kota Pekalongan maupun adanya orang luar daerah bekerja di Kota Pekalongan. Terkadang data-data yang dihasilkan belum sinkron," katanya.
Dengan adanya kegiatan forum data yang terus melakukan evaluasi setiap tahun, pihaknya berharap bisa menghasilkan data-data yang akurat, tepat, dan lebih baik lagi ke depannya.
Pasalnya, data ini menjadi bagian penting dari suatu perencanaa. Dengan adanya data yang valid, setiap kegiatan akan sampai kepada sasarannya. Data juga merupakan bagian penting dalam pemerintahan, di mana satu data akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Mudah-mudahan progress nya bisa lebih baik lagi. Kita gunakan sistem IT dan aplikasi agar lebih mudah mengimplementasikannya. Ada evaluasi terus tiap tahun dengan perkembangan masalah yang ada di masyarakat," harapnya.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo menjelaskan, forum data ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi atas isian data yg sudah dilaksanakan pada Tahun 2022 berdasarkan atas hasil kesepakatan forum data di Tahun 2021.
Disamping itu, bisa kembali disepakati untuk untuk daftar data prioritas yg harus dipenuhi tahun 2023 mendatang dan menyepakati untuk merintis dan mengimplementasikan satu peta Pekalongan yang data-datanya lebih lengkap. Data tersebut meliputi banyak sektor baik kesehatan, infrastrukstur, pendidikan, ekonomi, perikanan bisa tercakup didalamnya.
"Forum data ini melibatkan para OPD, BPS, Kantor Pertanahan yg selama ini sudah mendapatkan penambahan masalah tata ruang," papar Cayekti.
"Kami juga sudah menggunakan portal web pusaka.pekalongankota berisikan Kota Pekalongan dalam angka. Di mana berbagai data dan informasi terpilih seputar Kota Pekalongan yang dianalisis untuk membantu pengguna data dalam memahami perkembangan pembangunan serta potensi yang ada di Kota Pekalongan berdasarkan data Kota Pekalongan," pungkasnya.(nul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
