iklan banner Honda atas

Vaksinasi Ampuh Cegah Keparahan akibat Covid

Vaksinasi Ampuh Cegah Keparahan akibat Covid

*Kasus Tinggi namun yang Dirawat Sedikit

KOTA - Lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Pekalongan masih terus terjadi. Terhitung sejak 10 Januari hingga 21 Februari 2021, di Kota Pekalongan total sudah ada tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai 925 kasus.

Dari kasus sebanyak itu, kasus aktif sampai Senin (21/2/2022) tercatat sebanyak 706 kasus. Sedangkan yang sembuh 216 kasus, isolasi 691, dirawat di RS sebanyak 15 kasus, dan meninggal dunia 3 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dr Slamet Budiyanto mengungkapkan walaupun kasus terkonfirmasi cukup tinggi, namun yang sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit relatif minim. Itu lantaran sebagian besar tanpa gejala dan sebagiannya lagi bergejala ringan, sehingga hanya perlu melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di tempat isolasi terpusat yang disediakan Pemkot Pekalongan.

Menurut Budi, sedikitnya kasus terkonfirmasi Covid-19 yang sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit tak lepas dari pengaruh vaksinasi. "Vaksinasi masih menjadi cara paling ampuh untuk mengurangi risiko terpapar Covid-19. Di samping itu pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya, Selasa (22/2/2022).

Budi menyampaikan bahwa memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan di Kota Pekalongan. Bahkan Kota Pekalongan langsung berada di papan atas masuk dalam 4 terbesar di Jawa Tengah. "Terkait bkasus terkonfirmasi positif, jumlah yang isolasi terpusat ada 10 orang," ujarnya.

Dia juga menyebutkan bahwa peningkatan kasus Covid-19 ini belum sampai membuat RS rujukan Covid-19 kewalahan. Kapasitas ruangan dan tempat tidur khusus untuk pasien Covid masih sangat mencukupi. "Untuk yang di RS yakni gejala sedang dan agak berat ada 15 orang. Ini kapasitas ruangannya cukup sekitar 60-70 persen masih bisa digunakan lagi," jelas Budi.

Budi menyampaikan ada 5 RS rujukan di Kota Pekalongan, RS rujukan tingkat pertama yakni RSUD Kraton, RS rujukan kedua yakni RSUD Bendan. Kemudian ada 3 RS swasta lainnya sebagai rujukan yakni RS Hermina, RS HA Djunaid, dan RS Karohmah Holistic.

"Untuk rujukan di RS tak sebanyak saat varian delta dulu, pasalnya untuk hasil tracing dan testing kami jumlah positif yang kami periksa dari 100 orang, 30% positif. Angka konfirmasi positif delta pernah sampe 70%, mungkin ini tak lepas dari kekebalan vaksin," ungkap Budi.

Terkait protokol kesehatan, tak dipungkiri bahwa saat ini banyak yang sudah kendor. Budi meminta agar masyarakat semangat lagi menerapkan protokol kesehatan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 sekarang ini. (way)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: