iklan banner Honda atas

Banjir Surut, Ketinggian Air 20 Sampai 30 Cm

Banjir Surut, Ketinggian Air 20 Sampai 30 Cm

KOTA - Banjir yang merendam sebagian kawasan Kota Pekalongan sejak akhir tahun 2022 lalu, saat ini sebagian besar sudah mulai surut.

Hanya saja, sampai Senin (9/1/2023), sebagian wilayah lagi masih tergenang banjir. Misalnya di Clumprit, Kelurahan Degayu, genangan banjir masih belum beranjak, dengan ketinggian sekitar 20 sampai 30 sentimeter. Kemudian Kelurahan Bandengan (20-30 cm), dan sebagian Kelurahan Kandang Panjang.

Faruk, salah seorang warga Clumprit, menuturkan saat ini ketinggian banjir yang menggenangi kampungnya memang sudah berkurang jika dibanding ketika akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023. Namun saat ini, banjir masih belum beranjak total dari kampungnya.

"Paling besar waktu tahun baru kemarin, sampai masuk ke rumah-rumah dan masjid. Kalau sekarang, ketinggian banjirnya sekitar 25 sentimeter," katanya, Senin (9/1/2023).

Meski selalu kebanjiran, warga setempat sebagian besar tidak mengungsi. "Warga tidak mengungsi, karena sudah kulino (terbiasa, red) kebanjiran," ungkapnya.

Kampung Clumprit, bisa dikatakan memang menjadi langganan banjir. Wilayah tersebut berada di daerah cekungan. Air dari wilayah Dekoro dan Setono (Kecamatan Pekalongan Timur), larinya ke daerah tersebut. Ditambah lagi jika Sungai Gabus limpas.

Sementara, kapasitas mesin pompa yang ada sekarang, belum mencukupi. "Pompa juga tidak bisa maksimal kalau kondisi air lautnya sedang tinggi," ujarnya.

Dirinya memprediksi, wilayah setempat baru terbebas dari genangan banjir di bulan Maret atau April, tatkala intensitas hujan sudah berkurang. "Seperti yang sudah-sudah, biasanya setelah Februari, atau sekitar Maret April baru garing (kering, red)," ungkapnya.

Pihaknya juga bersyukur, beberapa hari lalu Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani, didampingi Wakil Wali Kota Pekalongan H Salahudin meninjau kondisi banjir di Clumprit, Degayu, sekaligus menyerahkan bantuan ke warga terdampak.

Pada kesempatan tersebut, dikatakan Faruk, Arsul juga menjanjikan bahwa pengadaan tambahan mesin pompa baru di wilayah tersebut akan dipercepat.

Sementara itu, data BPBD Kota Pekalongan sampai Minggu (8/1/2023) malam, warga yang sebelumnya mengungsi di beberapa posko pengungsian, sebagian besar sudah pulang ke rumah masing-masing, seiring dengan banjir yang sudah mulai surut. Namun sebagian lagi masih bertahan di pengungsian, lantaran banjir masih merendam rumah-rumah mereka. Total masih ada 186 warga yang mengungsi.

"Update terbaru para pengungsi per 8 Januari 2023 malam tadi masih ada pengungsi di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara. Adapun jumlah pengungsi Kecamatan Pekalongan Barat yakni di eks Kelurahan Kraton Kidul sebanyak 59 jiwa, aula Kelurahan Tirto sebanyak 6 jiwa," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan Aprilyanto Dwi Purnomo, Senin (9/1/2023).

Sedangkan pengungsi di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, antara lain di Masjid Muhajirin Perum Pesona RT 11 sebanyaj 9 jiwa, Aula Melati Kelurahan Kandang Panjang sebanyak 11 jiwa, Mushola Al Amin Kandang Panjang sebanyak 17 jiwa, Mushola Kasepuhan Bandengan sebanyak 11 jiwa, Mushola Minfadli Robbi Bandengan 17 jiwa, Mushola Al Karim Bandengan 20 jiwa, TPQ Al Muklis 12 jiwa, SDN Bandengan 1 sebanyak 7 jiwa, Musola Arrohman Bandengan 15 jiwa, dan Aula Degayu 2 jiwa.

"Kami berharap cuaca semakin baik dan banjir semakin surut secara signifikan. Masih ada beberapa titik yang butuh penanganan terkait pemompaan. Sementara stasiun pompa berada pada titik tertentu dan dibutuhkan pompa portabel sedangkan jumlah pompa portabel juga terbatas," lanjut Aprilyanto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: