iklan banner Honda atas

Belum Ada Laporan Koperasi yang Gulung Tikar

Belum Ada Laporan Koperasi yang Gulung Tikar

KOTA - Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan, ratusan koperasi yang ada di Kota Pekalongan dalam keadaan sehat. Meski dihajar pandemi Covid-19, pihaknya belum menerima laporan adanya koperasi di Kota Pekalongan yang sampai gulung tikar.

"Kami selaku Pemerintah Kota Pekalongan senantiasa mendukung koperasi-koperasi di Kota Pekalongan ini agar terus berkembang. Sebab, selama puncak pandemi Covid-19 terjadi, koperasi ini terdampaknya sangat kecil. BNahkan kami belum mendapat banyak laporan koperasi yang kolaps atau ada permasalahan antar anggota, penyelewenangan dana, dan sebagainya," ucap Wali Kota usai membuka Pelatihan Akuntansi Berbasis Teknologi Bagi Koperasi, kemarin.

Menurutnya, hal-hal ini menandakan bahwa koperasi-koperasi di Kota Pekalongan dinilai sehat adalah mereka sudah secara rutin menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sehingga segala bentuk laporannya bisa dipertanggungjawabkan. Dijelaskan Aaf, sapaan Wali Kota, koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia berarti bahwa koperasi sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional.

"Dengan tujuan utama koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan anggotanya koperasi dapat menjadi penyangga dalam perekonomian anggotanya. Kami mengharapkan agar peran serta anggota koperasi perlu ditingkatkan. Karena dalam koperasi, peran serta anggotalah yang akan membuat maju koperasi," terangnya.

Wali Kota berpesan, koperasi merupakan sokoguru ekonomi masyarakat sehingga hal ini yang harus dipegang teguh oleh setiap pengurus koperasi.

"Kita tugasnya menguatkan, walaupun saat ini masih dalam pembahasan tentang Rancangan Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) pasal 191,192, dan 298 yang dinilai dapat mengkebiri keberadaan koperasi di Indonesia. Akan tetapi alhamdulillah keberlangsungan koperasi disini sudah lancar dan banyak yang mandiri, serta dipercaya masyarakat. Bahkan banyak koperasi yang jemput bola ke pasar-pasar tradisional sampai membuka cabang di lokasi tersebut," imbuhnya.

Sementara Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Budiyanto menyebutkan, jumlah koperasi di Kota Pekalongan sebanyak 238 koperasi dan sekitar 154 koperasi diantaranya sudah menggelar RAT. Pihaknya memiliki kewajiban untuk mendampingi dan memberikan pengawasan terhadap ratusan koperasi di berbagai bidang itu. Berbagai program dilakukan untuk mewujudkan koperasi, yang tidak hanya aktif, tetapi juga sehat.

"Di Kota Pekalongan itu mayoritas koperasinya jenis simpan pinjam dengan anggotanya paling banyak UMKM. Terkait, koperasi yang belum RAT, alasannya mereka masih banyak administrasi yang belum terselesaikan, hal ini yang terus kita pantau, koperasi yang kreditnya macet tidak ada, apalagi uangnya diselewengkan pengurusnya tidak ada di Kota Pekalongan," tandas Budiyanto.(nul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: