iklan banner Honda atas

Nelayan Dapatkan Fasilitasi Akses Pendanaan

Nelayan Dapatkan Fasilitasi Akses Pendanaan

KOTA - Para nelayan di Kampung Nelayan Maju (Kalaju) Pantaisari, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan difasilitasi untuk mendapatkan akses pendanaan atau permodalan dari perbankan dan berbagai lembaga keuangan dengan bunga rendah.

Hal ini terungkap dalam acara fasilitasi akses pendanaan usaha nelayan sekaligus sosialisasi akses pendanaan nelayan yang digelar Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pekalongan, bertempat di Kalaju Pantaisari, Kelurahan Panjang Baru, Pekalongan Utara, Kamis (23/6/2022).

Sejumlah bank BUMN serta Pegadaian turut memberikan sosialisasi bagaimana mengakses permodalan bagi para nelayan. Dari DJPT juga menyosialisasikan tentang Pembiayaan mikro bagi nelayan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah KKP.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Sugiyo, mengatakan ada 60 orang nelayan yang diundang untuk mengikuti sosialisasi akses pendanaan tersebut.

"Mereka kita undang untuk bisa mengakses pendanaan dari berbagai pihak, dari bank-bank BUMN, BSI, termasuk juga dari Pegadaian dan LPMUKP dengan bunga rendah dan syarat mudah," kata Sugiyo.

Sugiyo menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pengembangan Program Kampung Nelayan Maju (Kalaju) di Pantaisari. "Program ini inisiasi dari DJPT, dimana Kalaju yang ditunjuk oleh DJPT nantinya akan dikembangkan menjadi kampung nelayan yang maju, berwawasan, dan semuanya dikelola dengan baik dan kesan kumuh akan dihilangkan di Kalaju ini," bebernya.

Dia menyampaikan bahwa Kalaju ini juga sebenarnya bukan semata merupakan program dari DJPT KKP, tetapi juga bwkerja sama dengan beberapa kementerian dan stakeholder lainnya.

"Di awal kita sudah diberi dana sekitar Rp600 juta untuk pengelolaan kawasan, perbaikan jalan, drainase, penataan lingkungan, taman, dan sebagainya," ungkapnya.

Sugiyo menambahkan, selain sosialisasi akses pendanaan bagi nelayan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dirangkai pula dengan beberapa kegiatan lain. Diantaranya, pelatihan diversifikasi pengolahan ikan yang diikuti oleh 40 peserta, dan bimbingan teknis perbengkelan kapal yang diikuti oleh 20 peserta. (way)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: