Gedung Pertani Diajukan untuk Rumah Isolasi
KOTA - Pemerintah Kota Pekalongan mengajukan Gedung Pertani yang berlokasi di kawasan Jetayu sebagai rumah isolasi tambahan, apabila rumah isolasi yang ada, yakni Gedung Diklat penuh.
Penggunaan Gedung Pertani untuk rumah isolasi OTG (orang tanpa gejala) Covid-19 itu sekaligus sebagai langkah antisipasi lokasi pengungsian jika terjadi banjir dan rob di Kota Pekalongan.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/12/2020).
"Kami saat ini didorong untuk menambah jumlah tempat tidur bagi pasien konfirmasi Covid-19, baik di rumah sakit maupun untuk isolasi mandiri. Untuk isolasi mandiri, alhamdulillah sudah dapat. Namun ini nanti juga arahnya untuk kesiapan kita menghadapi banjir dan rob. Yang sehat nanti pengungsiannya di GOR Jetayu, sedangkan untuk yang positif Covid-19 tapi OTG, kami arahkan untuk isolasi mandiri ke Gedung Pertani apabila Gedung Diklat penuh," jelas Budiyanto.
Disampaikan Budiyanto, penggunaan Gedung Pertani itu dengan sistem sewa. Pemkot, kata dia, sudah mengirim surat ke pemilik gedung untuk bisa menyewa tempat tersebut. "Untuk nego harga sudah, secara lisan juga sudah disampaikan. Intinya nanti Gedung Pertani ini bisa kita manfaatkan bagi OTG yang tidak bisa isolasi mandiri karena rumahnya kebanjiran dan apabila Gedung Diklat penuh," katanya.
Menurut Budiyanto, Gedung Pertani ini nantinya bisa menampung 12 orang. Ke depannya, tempat tersebut juga akan ditata sedemikian rupa sehingga layak sebagai tempat isolasi mandiri dan memenuhi syarat protokol kesehatan.
Berdasar data corona.pekalongankota.go.id, sampai dengan Jumat (11/12/2020) pukul 18.00 total konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pekalongan sebanyak 1077 kasus. Untuk yang konfirmasi aktif terjadi pengurangan 18 orang dari hari sebelumnya, menjadi 143 orang, terdiri dari 26 orang dirawat dan 117 orang isolasi.
Adapun yang sembuh mencapai 867 orang, atau bertamhah 57 orang dari sehari sebelumnya. Sedangkan yang meninggal dunia total mencapai 67 orang.
Slamet Budiyanto kembali mengimbau masyarakat, seluruh elemen, untuk meningkatkan kesadaran dalam disiplin protokol kesehatan (prokes).
Prokes dimaksud, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan menghindari kerumunan atau menjaga jarak minimal satu meter. Selain itu, menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, mengonsumsi vitamin, dan rutin berolahraga. (way/nul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
