iklan banner Honda atas

Jalan Labuhan Rusak Parah, Pemkot Usulkan Perbaikan ke Pemerintah Pusat

Jalan Labuhan Rusak Parah, Pemkot Usulkan Perbaikan ke Pemerintah Pusat

KOTA - Untuk memperbaiki sebagian Jalan Labuhan yang rusak parah sepanjang 1,07 Kilometer, Pemkot Pekalongan telah mengajukan proposal kepada Pemerintah Pusat. Usulan perbaikan kepada pemerintah pusat dilakukan karena kebutuhan anggaran yang sangat besar yakni mencapai Rp 5,5 Miliar yang juga mencakup pembuatan saluran.

Demikian disampaikan Kepala DPUPR Nur Priyantomo saat mendampingi Wakil Wali Kota H Solahudin STP ketika mengunjungi Jalan Labuhan yang rusak parah, kemarin. "Kami sudah berusaha mengusulkan lewat DAK, kepada pemerintah pusat," ungkapnya.

Diajukanya perbaikan kepada pemerintah pusat, sambung Nur Pri, karena APBD Kota Pekalongan sangat terbatas. Sedangkan anggaran yang dibutuhkan sangat besar, mencapai Rp 5,5 Miliar sudah termasuk pembuatan saluran. "Kalau pembiayaanya lebih Rp 5 Miliar, kita usulkan pusat, karena APBD kita minim," terangnya.

Dengan usulan melalui DAK itu, Nur Pri berharap tahun 2022 bisa disetujui. Sehingga bisa memperlancar aktivitas masyarakat dalam berlalu lintas. "Kemarin sudah kita usulkan, harapanya tahun 2022 bisa disetujui," ucapnya optimis.

Meskipun usulan tersebut belum disetujui Pemerintah Pusat, sambung Nur Pri, pihaknya akan melakukan penanganan Jalan Labuhan yang rusak. "Penanganan jangka pendek akan diurug dengan batu split sama pasir, yang genangannya dalam. Itu untuk lapisan pondasi atau perkersan kelas A," bebernya.

Mendapat penjelasan tersebut, Wakil Wali Kota H Salahudin STP mengapresiasi kinerja DPUPR. "Sudah diusulkan agar dibantu DAK, tetapi belum disetujui. Semoga tahun 2022, bisa disetujui," harapnya.

Salahudin menyebut, kondisi Jalan Labuhan 1 di wilayah Clumprit memang sebagian rusak parah dan tergenang terus. Karena itu, membutuhkan perbaikan. "Sembari menunggu pemerintah pusat menyetujui usulan Pemkot, saya minta agar ditangani dengan anggaran perawatan jalan terlebih dahulu pada spot-spot yang sangat parah. Lokasi tersebut persis di depan RAM dan KB, sehingga saat murid-murid sudah mulai pembelajaran tatap muka (PTM) tidak mengalami kesulitan saat menuju dan pulang sekolah," pungkasnya. (dur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: