iklan banner Honda atas

Korban Penusukan Butuh Bantuan Biaya

Korban Penusukan Butuh Bantuan Biaya

*Komunitas Sahabat Aladin Beri Sumbangan

KOTA - M Agus Supriono (28), Salah satu korban kasus penusukan yang terjadi Landungsari Gg 2A No 10, Kelurahan Noyontaansari Selasa (15/9/2020), kini masih terus menjalani perawatan intensif di RS Siti Khodijah. Kondisi Agus yang harus menjalani operasi dan sempat dirawat di ruang ICU selama empat hari, kini sudah semakin membaik. Korban yang mengalami luka parah di bagian perut itu, kini sudah dipindah ke ruang perawatan.

Namun, saat ini keluarga korban tengah kesulitan biaya untuk membayar rumah sakit. Total biaya yang dibutuhkan untuk operasi, perawatan di ruang ICU dan perawatan lanjutan per Senin (21/9/2020) sudah menyentuh angka Rp28,5 juta. Korban bersama keluarganya, harus mengeluarkan dana pribadi karena proses perawatan yang dijalani korban tidak tercover oleh BPJS Kesehatan.

"Sampai hari ini, yaitu untuk biaya operasi, perawatan di ruang ICU selama empat hari dan perawatan lanjutan selama dua hari terakhir totalnya sudah mencapai Rp28,5 juta," ungkap kakak korban, Wahyu Hadi Winoto, Senin (21/9/2020).

Dikatakan Wahyu, pihak keluarga kesulitan untuk membayar biaya tersebut karena jumlahnya cukup besar. Belum lagi tambahan biaya yang muncul selama korban masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. "Sudah dipindah ke ruang perawatan biasa sejak Jumat (18/9/2020). Biaya operasi dan perawatan di ICU totalnya Rp24,5 juta dan dua hari dirawat di ruang perawatan biasa totalnya sudah Rp28,5 juta," jelas.

Sehingga untuk mencukupi kebutuhan biaya rumah sakit, Wahyu bersama rekan-rekannya dibantu sejumlah komunitas juga menggalang donasi melalui platform digital kitabisa.com. Dibuka sejak dua hari terakhir, penggalangan donasi sudah mencapai angka sekitar Rp4 juta. "Kami berupaya melalui berbagai cara untuk mengumpulkan biaya. Termasuk menggalang donasi yang sudah berjalan sekitar dua hari terakhir dan sudah terkumpul sekitar Rp4 juta," tuturnya.

*Komunitas Sahabat Aladin Beri Sumbangan

Kondisi korban dan keluarga yang membutuhkan uluran bantuan, mengundang kepedulian dari Komunitas Sahabat Aladin. Melalui sang ketua, H Aar, mereka menyambangi kediaman rumah korban dan memberikan donasi untuk turut membantu meringankan beban keluarga dan juga untuk membantu pembiayaan perawatan korban di rumah sakit.

Aar hadir langsung ke kediaman korban Senin (21/9/2020) sore dan disambut oleh ibu korban Carimah bersama anggota keluarga lainnya. Setelah menyampaikan ucapan belasungkawa, Aar menyerahkan bantuan atau donasi dan diterima oleh ibu korban, Carimah.

"Saya datang ke sini karena mendapat informasi dari rekan saya yang rumahnya di Landungsari bahwa korban ini membutuhkan bantuan biaya rumah sakit. Saya hadir atas nama Komunitas Sahabat Aladin untuk sedikit memberikan bantuan yang bisa digunakan untuk biaya untuk membayar perawatan di rumah sakit," tutur H Aar.

Meski bergerak atas nama Komunitas Sahabat Aladin, namun Aar menyatakan bahwa pemberian bantuan tersebut murni didasari rasa kemanusiaan. Dia mengaku tergerak karena melihat kondisi korban dan kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan. "Saya bergerak atas kesadaran dari hati saya sendiri dan dengan dana saya pribadi. Komunitas Sahabat Aladin ini memang muncul di tengah-tengah konstelasi Pilkada, namun kami lebih banyak bergerak untuk kegiatan sosial," tambahnya.

Aar berharap, apa yang diberikanya bisa sedikit meringankan beban keluarga sehingga mereka bisa fokus untuk membantu kesembuhan korban. "Semoga apa yang saya berikan bisa membantu dan korban bisa lekas pulih serta kembali ke keluarga," harapnya.

Bantuan diterima oleh ibu korban, Carimah dengan disertai isak tangis. "Terima kasih bantuanya. Kami merasa sangat terbantu dan sangat berterima kasih," tutur ibu rumah tangga tersebut.

Dia mengaku bersyukur saat ini kondisi anaknya, Agus, sudah semakin membaik. Korban sudah sadar dan mampu berkomunikasi meski sedikit. Carimah juga menyatakan tak menyimpan dendam apapun terhadap pelaku penusukan. Yang terpenting baginya, sang anak segera pulih secepatnya. "Kami tidak ada dendam. Kami hanya berharap dan berdoa Agus bisa segera sehat dan kembali ke keluarga," harapnya.(nul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: