iklan banner Honda atas

KRAPALA Gelar Diklat Survival untuk Generasi Muda

KRAPALA Gelar Diklat Survival untuk Generasi Muda

KOTA - Kelompok Penggiat Alam Peduli Lingkungan (KRAPALA) Pekalongan kembali menggelar pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan pecinta alam. Dalam diklat yang digelar di Linggo Asri tersebut, KRAPALA mengambil tema diklat survival.

Ketua KRAPALA, MH Johan ST mengatakan, diklat survival dilaksanakan selama dua hari yakni 23-24 Juli 2022. Para peserta diberikan materi tentang bagaimana cara bertahan hidup di alam bebas dalam kondisi darurat dengan memanfaatkan alam sekitar baik untuk dikonsumsi maupun untuk pengobatan.

"Diklat survival ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari jadi ke 34 KRAPALA. Pesertanya terdiri dari generasi muda, siapa saja bisa mengikuti secara gratis. Mereka diberikan materi bagaimana bertahan hidup di alam bebas dengan mengetahui jenis dan ciri tumbuhan maupun binatang yang bisa dikonsumsi dalam keadaan darurat," tuturnya.

Tak hanya mengetahui tumbuhan dan binatang yang bisa dikonsumsi dalam kondis darurat saja, peserta juga dibekali teknik membuat perlindungan darurat atau disebut dengan bivak yang berfungsi untuk berlindung dari hujan, angin maupun binatang buas. Di akhir kegiatan, para peserta juga diminta mempraktikan langsung seluruh materi yang diberikan mulai dari mencari tumbuhan yang bisa dikonsumsi sampai mendirikan bivak.

Johan berharap dengan materi terkait survival, maka dapat menjadi bekal bagi para generasi muda utamanya para pegiat dan pecinta alam. "Semoga pelatihan ini bisa memberikan manfaat bagi semua anak didik KRAPALA," harapnya.

Dalam diklat, hadir sebagai pemateri yakni Mashuri yang memberikan materi terkait ciri-ciri dan jenis tumbuhan maupun binatang yang bisa dikonsumsi dalam kondisi darurat. Dikatakan Mashuri, alam sebenarnya menyediakan banyak sekali tumbuhan dan binatang yang bisa dikonsumsi. Namun manusia harus mempelajari ciri-cirinya agar tidak salah mengkonsumsi makanan yang beracun.

"Materi yang disampaikan cukup banyak, mulai dari ciri dan jenis tumbuhan yang bisa dikonsumsi maupun yang tidak bisa karena beracun. Untuk bertahan hidup di alam bebas, diperlukan pengetahuan tersebut," katanya.

Tak hanya untuk dikonsumsi, dirinya juga memaparkan berbagai jenis tumbuhan yang bisa menjadi obat untuk beberapa kondisi seperti terkilir ringan, penawar bisa ular dan iritasi mata. "Yang terpenting harus tahu cirinya sehingga dapat memanfaatkannya dengan tepat," tandasnya.(nul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: