iklan banner Honda atas

Liga 3 Jateng Dihentikan, Persip Liburkan Pemain

Liga 3 Jateng Dihentikan, Persip Liburkan Pemain

*Pasca Tragedi Kanjuruhan

KOTA - Berdasarkan hasil manajer Meeting dengan Asprov PSSI Jateng pada Kamis (6/10/2022), Manajemen Persip Pekalongan akhirnya mengambil sikap terkait kelanjutan tim.

Berdasarkan rapat dengan Asprov PSSI Jateng, ada beberapa keputusan yang dikeluarkan manajemen terkait tim Persip Pekalongan. Salah satunya memutuskan untuk melibutkan tim mulai 1 Oktober sampai 16 Oktober 2022. Tim akan kembali dikumpulkan dan berlatih pada tanggal 17 Oktober.

"Untuk sementara tim kami liburkan dahulu setelah adanya hasil rapat dengan Asprov PSSI Jateng. Tim kami liburkan per tanggal 1 Oktober sampai 16 Oktober 2022. Mereka kembali aktif di tanggal 17 Oktober. Namun tidak menutup kemungkinan ada perubahan jadwal sambil kita memantau kabar dari Asprov PSSI Jateng," ungkap Ketua Umum Persip Pekalongan, Riddzky Arwiedya.

Selain dari segi tim, pihak manajemen juga akan memberikan arahan kepada suporter untuk bisa bersinergi bersama menjaga keamanan selama pertandingan. "Mengingat nantinya akan ada sanksi diskualifikasi apabila terjadi keributan saat pertandingan," tambah Decki, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Direktur Teknik Persip Pekalongan Sopan Sofianto menambahkan, pihaknya berpesan kepada para pemain untuk selalu menjaga kondisi selama libur ini. "Tugas pemain bola itu latihan, kalian punya tanggung jawab kepada tim. Saya berpesan kepada kalian semua untuk selalu menjaga kondisi dan tetap latihan." ujar Anto sapaan akrabnya.

Menanggapi keputusan manajemen, Pelatih Persip Gatot Barnowo mengaku akan tetap memberikan materi latihan kepada pemain guna menjaga kondisi mereka saat libur latihan. "Saya akan memberikan materi tambahan via grup tim, nantinya kita siapkan materi latihan dan semua pemain harus melakukannya di masa libur latihan itu. Harapannya walaupun mereka libur latihan, kondisi pemain tetap terjaga dan mereka tetap siap untuk bermain kapanpun," katanya.

Belajar dari Tragedi Kanjuruhan yang lalu, lanjutnya, baik dari manajemen, tim dan suporter diharapkan harus saling mendukung satu sama lain guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan dan merugikan tim. Harapannya ke depan sepakbola Indonesia lebih baik.(nul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: