iklan banner Honda atas

Mostafa Atef & Al Munsyidin

Mostafa Atef & Al Munsyidin

Penampilan Mostafa Atef yang berkolaborasi dengan grup hadrah Al Munsyidin memukai para santri, dalam acara Takhtim dan Haul Ponpes dan Majelis Taklim Al Maliki Pekalongan, Ahad malam, 25 Januari 2026.-Wahyu Hidayat-

Paduan suara emasnya dengan tabuhan rebana dari Al Munsyidin yang enerjik membuat para santri tetap semangat, tak beranjak dari tempat duduknya, bersama-sama melantunkan selawat, meski diguyur hujan. Ia juga interaktif, tak hanya berdiri di atas panggung, tetapi juga berjalan mendekat ke para santri sambil mengajak selawat bersama.

Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi menjadi simbol bahwa selawat mampu menyatukan hati di bawah kondisi cuaca apa pun.

BACA JUGA:Haul ke-26 KH Amirin bin Kurdi, Ponpes Al Maliki Pekalongan Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Sebelum penampilan Mostafa Atef, acara tersebut dimeriahkan pula oleh berbagai penampilan seni dan religi yang dibawakan oleh para santri Pondok Pesantren Al Maliki dan MTs Al Maliki Cendekia Pekalongan.

Sepanjang acara, pemandu acara (MC) dan para penampil menggunakan kombinasi tiga bahasa: Arab, Inggris, dan Indonesia. Hal ini menunjukkan program unggulan bilingual yang diterapkan di MTs Al Maliki Cendekia.

Sebelum penampilan utama, panggung dimeriahkan oleh aksi kreatif para santri. Sebuah drama bertajuk "Hilangnya Sifat Malu" ditampilkan dengan apik, menggambarkan fenomena sosial seperti kebanggaan saat membatalkan puasa di depan umum dan pamer gaya hidup hedonis. Drama ini ditutup dengan penguatan hadis tentang pentingnya rasa malu sebagai benteng moral.

Tak hanya itu, para santri mendemonstrasikan kemahiran literasi melalui pembacaan Kitab Safinatun Najah lengkap dengan penjelasan tata bahasa Arab yang fasih.

Prestasi santri pun diumumkan secara membanggakan, di mana dalam waktu singkat Al Maliki berhasil mengoleksi total 104 medali (18 emas, 22 perak, dan 64 perunggu) dari berbagai ajang kejuaraan.

Malam yang diguyur hujan itu berakhir dengan kehangatan spiritual. Kolaborasi Mostafa Atef dan Al Munsyidin tidak hanya menghibur, tetapi juga meneguhkan posisi Al Maliki sebagai pusat pendidikan yang memadukan tradisi kitab kuning, prestasi modern, dan nilai-nilai akhlakul karimah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: