Bunda PAUD Inggit Soraya Gaungkan Gerakan Sumpah Juang di KB Sukses Degayu, Sulap Sampah Jadi Uang!
PENDIDIKAN - Bunda PAUD Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya SSn MSn didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Mabruri menghadiri dalam kegiatan "Dolan PAUD", kemarin.-ABDURROHMAN-
KOTA PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Kelompok Bermain (KB) Sukses Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara. Pasalnya, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya SSn MSn, hadir langsung dalam kegiatan "Dolan PAUD", kemarin.
Kali ini, Dolan PAUD mengusung tema yang sangat unik dan inspiratif, yakni “Sumpah Juang” atau akronim dari Sulap Sampah Jadi Uang. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan sekaligus mengasah kreativitas anak usia dini di Kota Batik.
Pantauan di lokasi, acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri, Camat Pekalongan Utara, serta jajaran pengurus HIMPAUDI dan IGTKI.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KB Sukses Degayu yang telah menjadi tuan rumah dengan persiapan matang. Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dipupuk sejak kecil.
“Tema ‘Sumpah Juang’ yang diangkat hari ini memiliki makna yang sangat mendalam. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi sebuah gerakan untuk menanamkan semangat juang dalam menjaga bumi demi masa depan anak-anak kita,” ujar Inggit Soraya.
Istri Walikota Pekalongan ini menjelaskan bahwa anak-anak perlu diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah yang dibuang begitu saja. Lewat kreativitas, sampah bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomis.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menyatakan dukungan penuhnya. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah memang harus dimulai dari hal-hal kecil di bangku sekolah.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak usia PAUD dikenalkan sejak dini tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Ini menjadi langkah strategis untuk menekan permasalahan sampah di masa depan,” ungkap Mabruri.
Mabruri menambahkan, selain menjaga kebersihan, konsep "Sumpah Juang" secara tidak langsung mengajarkan kemandirian dan potensi kewirausahaan awal kepada anak.
“Jika pemahaman ini ditanamkan sejak dini, anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang peduli lingkungan, tetapi juga kreatif dan mandiri,” imbuhnya.
Di akhir acara, Inggit Soraya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka, melainkan bisa menjadi bagian dari kegiatan rutin di seluruh lembaga PAUD se-Kota Pekalongan.
“Jika seluruh PAUD bergerak bersama, saya yakin Kota Pekalongan akan menjadi kota yang lebih bersih, asri, dan memiliki generasi penerus yang cerdas serta peduli lingkungan,” pungkas Inggit.
Melalui kemasan yang menyenangkan, Dolan PAUD terbukti menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter anak yang cinta lingkungan dan inovatif sejak usia emas. (dur)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
