Waspada! Temukan Kasus Campak-Rubella, Dinkes Pekalongan Gencarkan Imunisasi Kejar dan CKG untuk Anak
IMUNISASI - Dinkes mengintensifkan program Imunisasi Kejar dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna memutus rantai penularan.-ABDURROHMAN-
KOTA PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan kini tengah meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya sejumlah kasus penyakit menular campak dan rubella hingga akhir April 2026. Sebagai langkah cepat, pemerintah setempat mengintensifkan program Imunisasi Kejar dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna memutus rantai penularan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terbaru, puluhan kasus suspek telah diperiksa secara intensif untuk memetakan sejauh mana penyebaran penyakit ini di tengah masyarakat.
Ditemukan Kasus Positif pada Anak
Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, mengungkapkan bahwa dari total 41 kasus yang diperiksa di laboratorium, terdapat temuan yang memerlukan perhatian serius.
“Dari 41 kasus yang diperiksa, terdapat 2 kasus terkonfirmasi positif campak dan 1 kasus rubella. Seluruh kasus yang terdeteksi terjadi pada kelompok usia anak,” jelas Samsiyah saat memberikan keterangan pers.
Ia menambahkan bahwa anak-anak yang terjangkit tersebut telah mendapatkan penanganan medis secara maksimal. "Kasus yang terkonfirmasi sudah menjalani perawatan di rumah sakit. Beruntung, saat ini kondisinya sudah dinyatakan sembuh," lanjutnya.
Strategi Imunisasi Kejar dan Penelusuran Kasus
Menanggapi temuan tersebut, Dinkes tidak tinggal diam. Langkah penelusuran (tracing) dilakukan di lingkungan sekitar pasien untuk memastikan tidak ada penularan yang lebih luas. Setiap laporan positif segera ditindaklanjuti oleh Puskesmas setempat.
Strategi utama yang dijalankan adalah dengan melakukan pendataan status imunisasi bayi dan anak di sekitar lokasi temuan kasus.
“Dari puskesmas akan dilakukan pendataan jumlah bayi dan anak di sekitar lokasi kasus. Setelah itu, akan dilihat status imunisasinya. Jika ada yang belum lengkap, maka akan dilakukan imunisasi kejar,” tegas Samsiyah.
Imunisasi kejar ini dinilai menjadi instrumen vital untuk menutup celah kekebalan (immunity gap) di masyarakat. Hal ini terutama menyasar anak-anak yang jadwal vaksinasinya sempat terlewat agar mereka memiliki perlindungan penuh terhadap risiko campak dan rubella.
Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Selain imunisasi, Pemkot Pekalongan juga terus menggalakkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini. Samsiyah mengimbau para orang tua untuk lebih proaktif memeriksakan kesehatan buah hatinya dan memastikan status vaksinasinya sudah lengkap.“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, saling melindungi agar tidak tertular maupun menularkan penyakit. Anak-anak harus tumbuh sehat agar kelak dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.Melalui respons cepat ini, diharapkan penyebaran campak dan rubella di Kota Batik dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Masyarakat diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemui gejala demam dan bintik merah pada anak. (dur)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
