Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Pekalongan Perdana Jadi Tuan Rumah Pelatihan Magang Jepang, 82 Peserta Siap Menembus Industri Global

Pekalongan Perdana Jadi Tuan Rumah Pelatihan Magang Jepang, 82 Peserta Siap Menembus Industri Global

BERFOTO - Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab berfoto bersama dengan pengurus LP Ma'arif NU Jawa Tengah dalam kegiatan Pelatihan Persiapan Magang ke Jepang di GOR SMK Syafi'i Akrom, kemarin.-ABDURROHMAN-

RADARPEKALONGAN.CO.ID,KOTA PEKALONGAN – Kota Pekalongan mencatat sejarah baru sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pelatihan Persiapan Magang ke Jepang untuk pertama kalinya. Program yang digelar melalui kolaborasi LP Ma'arif NU Jawa Tengah, Kementerian Ketenagakerjaan, dan IM Japan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berdaya saing internasional.

Sebanyak 82 peserta dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan berhasil menyelesaikan pelatihan intensif selama kurang lebih tiga bulan. Selanjutnya, mereka akan mengikuti tahapan pelatihan nasional sebagai persiapan akhir sebelum diberangkatkan bekerja ke Jepang.

Penutupan pelatihan berlangsung di GOR SMK Syafi'i Akrom, Kota Pekalongan yang dihadiri Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut.

Menurut Balgis, kepercayaan menjadikan Kota Pekalongan sebagai lokasi penyelenggaraan perdana merupakan momentum penting dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda hingga ke tingkat internasional.

"Kami menyambut baik program magang Jepang ini karena menjadi yang pertama diselenggarakan di Kota Pekalongan melalui LP Ma'arif NU. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi, etos kerja, dan budaya kerja generasi muda sehingga siap bekerja di industri Jepang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Pekalongan, sekitarnya, bahkan di Indonesia," ujar Balgis.

Ia menambahkan, peserta magang diharapkan mampu menjaga kedisiplinan, sikap profesional, serta menerapkan budaya kerja yang telah dipelajari selama pelatihan. Hal tersebut dinilai penting mengingat dunia industri di Jepang dikenal memiliki standar tinggi terhadap etos kerja dan karakter pekerjanya.

"Industri di Jepang memiliki standar tinggi terhadap etos kerja dan attitude. Karena itu, nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan budaya kerja yang telah dipelajari harus terus dipertahankan ketika nantinya bekerja di sana," tambahnya.

Sementara itu, Kepala LP Ma'arif NU Kota Pekalongan, Muhamad Subhan, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil sinergi LP Ma'arif NU Jawa Tengah dengan Kementerian Ketenagakerjaan, sedangkan pelaksanaan program magang ke Jepang bekerja sama dengan IM Japan.

Ia mengungkapkan, Kota Pekalongan dipercaya menjadi penyelenggara sekaligus fasilitator pelatihan untuk pertama kalinya bagi peserta dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

"Pelatihan berlangsung sekitar tiga bulan. Setelah penutupan ini peserta masih akan mengikuti tahapan pelatihan nasional sebelum pemberangkatan. Insyaallah mulai November sebagian peserta sudah siap berangkat ke Jepang," jelas Subhan.

Selain pembelajaran bahasa Jepang, peserta juga mendapatkan materi mengenai keterampilan teknis, kedisiplinan, pembentukan karakter, hingga budaya kerja yang menjadi standar industri di Negeri Sakura. Seluruh rangkaian pelatihan juga dilengkapi pembekalan mengenai aspek keselamatan kerja dan pemenuhan administrasi sebagai syarat penempatan tenaga kerja di luar negeri.

Subhan berharap keberhasilan penyelenggaraan perdana ini dapat membuka peluang bagi Kota Pekalongan untuk kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelatihan serupa pada tahun-tahun mendatang.

"Kami berharap LP Ma'arif NU Kota Pekalongan kembali dipercaya menyelenggarakan program ini sehingga semakin banyak generasi muda, khususnya dari Kota Pekalongan dan wilayah eks Karesidenan Pekalongan, memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi serta berkarier di industri internasional," pungkasnya. (dur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: