Pelatihan dan Pendampingan BRIncubator Perkuat Kapasitas UMKM Pekalongan
Pendamping- Pendamping usaha yang dilakukan rumah BUMN BRI kepada UMKM di Pekalongan.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi
Radarpekalongan.co.id – Program BRIncubator 2026 yang digagas PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi wadah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha sehingga lebih siap bersaing dan memperluas pasar.
Fasilitator Rumah BUMN Pekalongan, Noviyanti, mengatakan BRIncubator merupakan program pembinaan yang dirancang dengan modul pelatihan yang telah disusun oleh BRI. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya memperoleh materi pengembangan usaha, tetapi juga pendampingan dalam mengimplementasikan materi sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.
"Program BRIncubator merupakan pendampingan dan pelatihan bagi UMKM dengan modul yang sudah ditentukan oleh Bank BRI. Peserta mendapatkan pembelajaran yang disesuaikan untuk mendukung pengembangan usahanya," ujarnya kepada Radar, (27/7/2026).
BACA JUGA:DPRD Batang Sebut KPBU PJU 'Batang Terang' Masuk RPJMD, Tekankan Ketahanan Fiskal
BACA JUGA:Pekalongan Perdana Jadi Tuan Rumah Pelatihan Magang Jepang, 82 Peserta Siap Menembus Industri Global
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti BRIncubator merupakan hasil proses kurasi yang dilakukan pihak BRI bersama mitra. Dari seluruh UMKM yang mendaftar, hanya pelaku usaha yang dinilai memiliki potensi berkembang yang dapat mengikuti program tersebut.
"Untuk Rumah BUMN Pekalongan, hasil kurasi menetapkan sebanyak 25 UMKM sebagai peserta Program BRIncubator 2026," kata Noviyanti.
Rangkaian program diawali dengan pendaftaran melalui platform LinkUMKM.id, dilanjutkan proses kurasi, pengumuman peserta, kick off program, pelatihan sesuai kurikulum, hingga pendampingan implementasi usaha. Pada akhir kegiatan, BRI juga memberikan penghargaan kepada UMKM terbaik di setiap kategori sebagai bentuk apresiasi atas perkembangan usaha yang dicapai selama mengikuti pembinaan.
Noviyanti menambahkan, manfaat BRIncubator telah dirasakan oleh salah satu peserta pada tahun sebelumnya. Salah satunya UMKM Biru Tsabita asal Pekalongan yang bergerak di bidang produk tas. Setelah mengikuti Program BRIncubator BRI 2025, UMKM tersebut berhasil memperluas jangkauan pemasarannya ke berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA:238 KK di Kelurahan Sragi Krisis Air Bersih, BPBD Pekalongan Sudah Salurkan 84 Ribu Liter Air Bersih
Pemilik UMKM Biru Tsabita, Mutoharoh, mengaku pelatihan yang diberikan Rumah BUMN BRI memberikan dampak positif terhadap perkembangan usahanya.
"Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI sangat membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha," ungkapnya.
Melalui program ini, BRI bersama Rumah BUMN Pekalongan berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat tata kelola usaha, memperluas akses pasar, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi sehingga mampu berkembang dan naik kelas di pasar regional maupun nasional. (Ap3)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

