Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Pemkot Pekalongan dan UII Perkuat Sinergi, Kolaborasi Riset untuk Atasi Persoalan Strategis Daerah

 Pemkot Pekalongan dan UII Perkuat Sinergi, Kolaborasi Riset untuk Atasi Persoalan Strategis Daerah

KOLABORASI - Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M melakukan penandatanganan MoU dengan Pimpinan UII di Auditorium Fakultas Hukum UII Yogyakarta.-ABDURROHMAN-

RADARPEKALONGAN.CO.ID, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi memperkuat sinergi dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan MoU berlangsung di Auditorium Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Rabu (29/7/2026), sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan inovasi dan solusi berbasis akademik bagi pembangunan daerah.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh kedua belah pihak. Berbagai program seperti magang mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian tematik, hingga pengembangan kajian ilmiah akan menjadi bagian dari implementasi kerja sama tersebut.

"Kerja sama ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan di berbagai bidang. Mulai dari program magang, KKN, kajian tematik, hingga berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Kota Pekalongan," ujar Wali Kota yang akrab disapa Aaf.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi Kota Pekalongan.

Aaf menjelaskan, sejumlah isu krusial seperti pengelolaan sampah, banjir rob, penurunan muka tanah (land subsidence), hingga berbagai tantangan pembangunan lainnya memerlukan dukungan kajian ilmiah dan inovasi yang berkelanjutan.

"Beberapa persoalan strategis seperti pengelolaan sampah, rob, penurunan muka tanah (land subsidence), hingga isu-isu lainnya berpotensi mendapatkan dukungan melalui kajian dan inovasi dari UII. Ke depan, kerja sama ini akan disesuaikan dengan kebutuhan perangkat daerah dan kompetensi program studi di UII agar hasilnya lebih tepat sasaran," jelasnya.

Sebagai alumni UII, Aaf mengaku memiliki komitmen untuk terus mempererat hubungan antara almamater dengan Pemerintah Kota Pekalongan. Ia optimistis kolaborasi tersebut mampu menghasilkan berbagai rekomendasi ilmiah yang aplikatif untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah.

Selama ini, Pemkot Pekalongan juga telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis riset. Karena itu, kehadiran UII diharapkan semakin memperkuat ekosistem kolaborasi akademik yang mampu melahirkan inovasi untuk mempercepat pembangunan daerah.

"Harapan kami, UII dapat berperan aktif menghasilkan kajian ilmiah, inovasi, serta rekomendasi yang aplikatif sehingga mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan strategis sekaligus mempercepat pembangunan Kota Pekalongan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Pekalongan, H. Tubagus Sadaruddin, SE, M.Si menyampaikan, kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang yang dapat melahirkan berbagai inovasi, kajian ilmiah, serta rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

"Kami menyambut baik terjalinnya kerja sama antara Pemkot Pekalongan dengan Universitas Islam Indonesia. Sinergi ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dalam mendukung pembangunan Kota Pekalongan," ujar Tubagus, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan solusi yang tidak hanya berbasis pengalaman di lapangan, tetapi juga didukung oleh hasil penelitian dan kajian ilmiah dari perguruan tinggi.

"Persoalan seperti pengelolaan sampah, banjir rob, penurunan muka tanah, hingga pengembangan ekonomi daerah memerlukan pendekatan yang komprehensif. Kehadiran UII sebagai mitra strategis diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui riset, inovasi, serta rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh perangkat daerah," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait