Tokoh Penggerak Koperasi Senior, Zainul Hakim Raih Penghargaan Harkop Jateng Berkat Dedikasi 31 Tahun
PENGHARGAAN - Ketua Dekopinwil Jawa Tengah, Prof Dr Walid, SPd, MSi memberikan penghargaan kepada Zainul Hakim SH,MSi karena memiliki kontribusi besar dalam membina, mengembangkan, dan memperkuat eksistensi koperasi selama bertahun-tahun di Kota Pekalonga-ABDURROHMAN-
PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Dedikasi panjang di dunia perkoperasian mengantarkan Zainul Hakim menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Koperasi Senior dari Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diserahkan dalam resepsi Peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Gedung Diklat Kospin Jasa, Kota Pekalongan, Kamis (30/7/2026).
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kiprah Zainul Hakim yang telah puluhan tahun mengabdikan diri dalam mengembangkan gerakan koperasi, khususnya melalui KSPPS BMT Istiqlal Pekalongan, sejak awal berdirinya hingga berkembang menjadi salah satu koperasi syariah yang memiliki aset puluhan miliar rupiah.
Perjalanan Zainul Hakim di dunia organisasi telah dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah. Saat menjadi pelajar di Kota Pekalongan, ia aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII), kemudian melanjutkan aktivitas organisasinya ketika menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Selain menjadi pengurus wilayah PII Jawa Tengah, Zainul juga aktif mengikuti berbagai pelatihan kemahasiswaan. Ketertarikannya terhadap koperasi tumbuh ketika mengikuti Pelatihan Perkoperasian Mahasiswa dan bergabung dalam Koperasi Mahasiswa (Kopma) Undip pada periode 1984–1986.
Di masa kuliah, hobinya menulis juga berkembang. Ia pernah mengikuti Pendidikan Pers Kampus yang diselenggarakan Koran Kampus Manunggal serta aktif menulis di buletin mahasiswa Fakultas Hukum Undip.
Sepulang dari Semarang dan menyandang gelar sarjana, Zainul kembali ke Kota Pekalongan. Ia melanjutkan keanggotaan almarhum ayahnya di Koperasi Batik PPIP setelah sang ayah wafat pada 1990.
Di koperasi tersebut, Zainul banyak belajar dari para tokoh koperasi Pekalongan seperti almarhum H Zaky Arslan Djunaid, H Hamzah Shodiq, H Mukmin Bakri, H Fadjari Djazuli, hingga H Eddy Supardi. Pengalaman itu mengantarkannya dipercaya menjadi pengurus maupun dewan pengawas koperasi.
Momentum besar datang pada 1995 saat geliat Baitul Maal wat Tamwil (BMT) mulai berkembang di Indonesia. Bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Istiqlal Pekalongan, Zainul mendirikan Koperasi Serba Usaha (KSU) BMT Istiqlal Pekalongan.
Berbekal modal awal sekitar Rp750 ribu yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, koperasi tersebut memulai operasional di sebuah bangunan bekas Losmen Kencana di Jalan Sulawesi, Kota Pekalongan.
Perlahan namun pasti, jumlah anggota terus meningkat. Layanan koperasi semakin berkembang hingga akhirnya memiliki kantor yang lebih representatif di kawasan selatan Pasar Anyar Pekalongan.
Perubahan regulasi koperasi kemudian mendorong transformasi kelembagaan. Pada 7 Agustus 1997, KSU BMT Istiqlal resmi berbadan hukum. Seiring waktu, koperasi itu berubah menjadi KJKS, lalu bertransformasi menjadi KSPPS BMT Istiqlal Pekalongan seperti yang dikenal saat ini. Dalam proses tersebut, Zainul Hakim dipercaya sebagai koordinator sekaligus inisiator perubahan badan hukum koperasi.
Tak hanya memperkuat kelembagaan, KSPPS BMT Istiqlal juga terus memperluas layanan. Cabang baru dibuka di Jalan HOS Cokroaminoto sebagai Kantor Layanan 002, kemudian merambah Kabupaten Pekalongan melalui Kantor Layanan 003 di Kertijayan.
Kini, koperasi tersebut mengelola aset dan omzet sekitar Rp50 miliar serta terus memperkuat pelayanan berbasis digital. Setiap tahun, KSPPS BMT Istiqlal juga rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) setelah laporan keuangannya diaudit auditor eksternal.
Selain fokus pada penguatan ekonomi anggota, koperasi juga aktif menjalankan program sosial, seperti santunan anak yatim melalui kegiatan "Tebar Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Piatu" setiap Ramadan dan program "Jumat Barokah" yang rutin digelar di berbagai lokasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

