Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

600 Siswa SMPN 1 Kota Pekalongan Belajar Rahasia Sukses dari Alumni, Dies Natalis ke-78 Penuh Inspirasi

600 Siswa SMPN 1 Kota Pekalongan Belajar Rahasia Sukses dari Alumni, Dies Natalis ke-78 Penuh Inspirasi

Mabruri, S.Pd. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan-asep-

PEKALONGAN – Sebanyak 600 siswa SMP Negeri 1 Kota Pekalongan dari kelas VII, VIII, dan IX mendapatkan kesempatan istimewa belajar langsung tentang rahasia meraih kesuksesan dari para alumninya yang telah berprestasi di berbagai bidang.

Kegiatan inspiratif tersebut menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis ke-78 SMPN 1 Kota Pekalongan yang digelar pada Sabtu (1/8/2026).

Empat alumni lintas generasi hadir untuk berbagi pengalaman, perjalanan karier, hingga kiat menghadapi tantangan hidup kepada para siswa.

Mereka adalah Wismo Adityo, S.Pt., M.T. (alumni 1987) yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan.

Kedua Sumarita, M.Pd. (alumni 1994), Kepala SMP Negeri 8 Kota Pekalongan, Bahrianto PrakosoS.TR. Kom (alumni 2015) yang berkarier di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Terakhir  Muhammad Andre Saviola - Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto

SMPN 1 Kota Pekalongan, Sekolah Bersejarah yang Melahirkan Tokoh Bangsa

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, S.Pd., mengajak seluruh siswa untuk mengenal sejarah panjang sekolah yang telah berdiri sejak masa kolonial Belanda.

Menurutnya, bangunan SMPN 1 Kota Pekalongan dulunya merupakan sekolah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang memiliki arsitektur khas dengan nilai sejarah tinggi.

Ia juga mengingatkan bahwa sekolah tersebut telah melahirkan banyak tokoh penting yang memberikan kontribusi bagi bangsa.

"Salah satu alumni yang sangat dikenal adalah Jenderal Hoegeng, mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang menjadi teladan karena integritas, kejujuran, dan kesederhanaannya," ujar Mabruri.

Selain itu, mantan Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz juga merupakan alumni SMPN 1 Kota Pekalongan.

Menurut Mabruri, usia sekolah yang telah mencapai 78 tahun harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat tradisi prestasi.

"Kalau prestasi akademik maupun nonakademik selama ini sudah konsisten, maka harus dipertahankan. Namun apabila masih ada yang perlu diperbaiki, Dies Natalis menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi dan berbenah," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: