SABITA: Program Inovatif SD Negeri Yosorejo 02 Kota Pekalongan untuk Menumbuhkan Budaya Literasi Anak
Guru mengajari membaca kepada murid perlu ketelatenan agar mendapatkan hasil yang maksimal -Tanoto-
Oleh Umiatun, S.Pd.I.
(Kepala SD Negeri Yosorejo 02 Kota Pekalongan dan Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation)
PEKALONGAN - Setiap hari Sabtu, suasana ceria dan penuh semangat selalu terlihat di SD Negeri Yosorejo 02 Kota Pekalongan.
Para murid tampak antusias membawa buku pilihan mereka, lalu asyik membaca di pojok baca kelas, perpustakaan, teras, taman sekolah, hingga berbagai sudut nyaman lainnya.
Usai membaca, beberapa murid secara bergantian tampil di depan kelas untuk menceritakan kembali isi buku yang baru saja mereka lahap di hadapan teman-temannya.
Aktivitas inspiratif ini merupakan bagian dari SABITA, sebuah akronim dari Sabtu Membaca dan Bercerita.
Program unggulan ini dikembangkan secara khusus untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini sekaligus melatih keberanian murid dalam menyampaikan gagasan di muka umum.
Latar Belakang Program SABITA: Solusi Peningkatan Literasi Sekolah
Inisiatif SABITA berawal dari refleksi mendalam pihak sekolah terhadap hasil Rapor Pendidikan 2025 yang menunjukkan adanya tantangan pada penurunan capaian literasi siswa.
Kondisi ini mendorong SD Negeri Yosorejo 02 Kota Pekalongan untuk menghadirkan terobosan kegiatan literasi yang tidak sekadar bersifat formalitas rutin, melainkan dirancang menyenangkan dan melibatkan seluruh murid secara aktif.
Kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam proses belajar sepanjang hayat. Aktivitas membaca terbukti tidak hanya membantu anak mengenali kata, tetapi juga:
Memahami informasi secara komprehensif
Memperluas wawasan dan pengetahuan umum
Mengembangkan daya imajinasi kreatif
Melatih kemampuan berpikir kritis (critical thinking)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

