Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Bukan Sekadar MPLS, SMA Sains Cahaya Al-Qur'an Pekalongan Bekali Siswa Baru dengan P3LP

Bukan Sekadar MPLS, SMA Sains Cahaya Al-Qur'an Pekalongan Bekali Siswa Baru dengan P3LP

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - SMA Sains Cahaya Al-Qur'an (SMASCA) Kota Pekalongan menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun 2026. 

Tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan yang digelar pada Rabu (15/7/2026) ini juga membekali para siswa baru dengan edukasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental remaja.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SMASCA dengan UPT Puskesmas Jenggot Kota Pekalongan. Program ini digelar sebagai langkah preventif menyikapi hasil skrining kesehatan jiwa yang menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis remaja.

Kepala SMA Sains Cahaya Al-Qur'an, Rissa Shofiani, M.Pd., mengatakan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga kesehatan mental.

"MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum membangun karakter dan ketahanan mental siswa. Kami ingin anak-anak memiliki bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dengan memperkuat spiritualitas melalui Al-Qur'an dan zikir, sekaligus memahami cara menjaga kesehatan mental mereka," ujar Rissa.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai spiritual menjadi fondasi penting agar para siswa mampu mengelola kecemasan, tekanan, maupun persoalan psikologis yang mungkin dihadapi selama menempuh pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Tim P3LP UPT Puskesmas Jenggot memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini terhadap tanda-tanda gangguan psikologis pada remaja. Berdasarkan hasil skrining kesehatan jiwa yang dilakukan secara berkala, ditemukan adanya indikasi kecemasan hingga depresi dengan tingkat ringan sampai berat pada sebagian remaja.

Tim fasilitator menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase yang penuh perubahan, baik secara fisik, emosional, perilaku maupun pola pikir. Karena itu, guru, tenaga kependidikan, hingga sesama siswa diharapkan mampu mengenali perubahan perilaku melalui konsep Rule of Changes, seperti perubahan kondisi fisik, emosi, perilaku, dan cara berpikir.

Selain itu, peserta juga dibekali prinsip 3L (Look, Listen, Link) sebagai langkah awal memberikan pertolongan kepada teman yang mengalami tekanan psikologis.

Tim P3LP UPT Puskesmas Jenggot menjelaskan bahwa prinsip tersebut mengajarkan warga sekolah untuk terlebih dahulu mengamati kondisi siswa yang mengalami stres, kemudian menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi, serta menghubungkan siswa dengan sistem pendampingan yang tersedia, seperti guru BK, orang tua, hingga tenaga kesehatan apabila diperlukan.

"Harapan kami, seluruh warga sekolah dapat menjadi penolong pertama yang mampu mengenali tanda-tanda awal masalah psikologis. Semakin cepat seseorang mendapatkan dukungan yang tepat, semakin besar peluang pemulihannya," ujar perwakilan Tim P3LP UPT Puskesmas Jenggot.

Apabila ditemukan kondisi krisis seperti perilaku melukai diri sendiri, ancaman bunuh diri, histeris, maupun penyalahgunaan zat, pihak sekolah telah menyiapkan alur penanganan berjenjang mulai dari Guru BK dan UKS, evaluasi dalam 1x24 jam, pendampingan psikolog Puskesmas, hingga rujukan ke rumah sakit apabila membutuhkan penanganan psikiatri.

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta MPLS beserta civitas akademika SMA Sains Cahaya Al-Qur'an. Melalui kolaborasi antara penguatan spiritual dan edukasi kesehatan mental, sekolah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal, baik dari sisi akademik maupun psikologis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: