Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Puisi Lawatan Batik Tiga Negeri Antarkan Siswi MAN 1 Kota Pekalongan Juara FLS3N Jateng

Puisi Lawatan Batik Tiga Negeri Antarkan Siswi MAN 1 Kota Pekalongan Juara FLS3N Jateng

Nafilatul Zulfa, bersama guru pendamping, Najibul Mahbub, usai meraih Juara III Cipta Puisi pada FLS3N Jateng 2026.-Dok. MAN 1 Kota Pekalongan.-

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber inspirasi bagi Nafilatul Zulfa untuk menorehkan prestasi di tingkat Jawa Tengah. Melalui puisi berjudul Lawatan Batik Tiga Negeri, siswi kelas XII C MAN 1 Kota Pekalongan itu berhasil meraih Juara III Cabang Lomba Cipta Puisi dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SMA/MA/SMK/Sederajat Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.

Ajang tersebut berlangsung di Kota Surakarta pada 20–25 Juli 2026 dan diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Nafilatul yang juga merupakan santri di pondok pesantren asuhan KH. Abi Abdillah mengangkat filosofi Batik Tiga Negeri sebagai gagasan utama puisinya.

Melalui karya tersebut, ia mencoba memaknai Batik Tiga Negeri bukan sekadar sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai simbol harmoni, keberagaman, dan perjalanan sejarah bangsa.

Kekuatan diksi, imaji, serta kedalaman makna dalam puisi tersebut mengantarkan karya Nafilatul bersaing dengan karya-karya terbaik peserta FLS3N Jateng dari berbagai daerah hingga akhirnya meraih posisi ketiga.

Prestasi itu tidak diraih secara instan. Di balik karya tersebut terdapat proses pembinaan yang dilakukan secara intensif oleh H. Najibul Mahbub, M.Pd.

Proses kreatif juga diperkuat melalui diskusi dan pendampingan bersama Ahmad Jogawi, M.Hum. dan Dr. M. Haryanto, M.Hum. Berbagai masukan mengenai eksplorasi tema, pendalaman makna, kekuatan diksi hingga estetika puisi menjadi bagian dari proses penyempurnaan karya.

Pembimbing lomba, H. Najibul Mahbub, M.Pd., mengatakan proses pembinaan tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan dalam kompetisi.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kepekaan, imajinasi, kreativitas, serta kecintaan peserta didik terhadap budaya bangsa.

“Puisi adalah ruang untuk merawat kepekaan, memperkaya imajinasi, dan menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa. Lawatan Batik Tiga Negeri lahir dari upaya membaca kembali jejak sejarah batik sebagai identitas budaya yang menyatukan keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesempatan berdiskusi dengan Ahmad Jogawi dan Dr. M. Haryanto turut membantu mematangkan karya Nafilatul dari sisi artistik. “Prestasi ini adalah hasil kolaborasi, kerja keras, dan doa bersama,” katanya.

Bagi Nafilatul Zulfa, raihan Juara III tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus tambahan motivasi untuk terus berkarya.

Ia berharap puisi tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Indonesia.

Konsisten Bangun Budaya Literasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait