Deteksi Dini Gagal Ginjal, Poltekkes Kemenkes Semarang Sasar Warga Bendan Kergon
--
RADARPEKALONGAN – Tim Pengabdian Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Semarang Program Studi (Prodi) Keperawatan Pekalongan menggelar aksi deteksi dini dan edukasi pencegahan penyakit ginjal bagi warga Kelurahan Bendan Kergon. Kegiatan yang menjadi bagian dari pilar Tridharma Perguruan Tinggi ini difokuskan bagi para penderita Diabetes Mellitus (DM) dan hipertensi yang rentan mengalami penurunan fungsi ginjal.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang Prodi Keperawatan Pekalongan, Sudirman, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini warga menjalani pemeriksaan kadar kreatinin untuk mengetahui status fungsi ginjal mereka secara akurat. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program Paguyuban Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG) Kelurahan Bendan Kergon yang telah diluncurkan sejak tahun 2025.
"Hari ini kita lakukan deteksi dini untuk mengetahui warga yang potensial mengalami gangguan fungsi ginjal, khususnya pada penderita diabetes mellitus dan hipertensi. Melalui pemeriksaan kreatinin ini, status fungsi ginjal peserta sasaran akan langsung terdeteksi," ujar Sudirman saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.
Sudirman menambahkan, warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan penurunan fungsi ginjal pada kategori sedang hingga buruk akan mendapatkan pendampingan khusus.
"Nanti setelah terdeteksi, kita akan tindak lanjut dan bantu dampingi untuk dilakukan penatalaksanaan atau penanganan. Harapannya kerusakan fungsi ginjal tidak semakin parah, bisa ditangani seawal mungkin, sehingga memperpanjang umur harapan hidup mereka," imbuhnya.
Kegiatan preventif ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kelurahan Bendan Kergon. Lurah Bendan Kergon, Mahmudin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dosen Poltekkes Kemenkes Semarang atas kontribusi nyata mereka dalam memperkuat derajat kesehatan warga setempat.
"Kami betul-betul sangat menginginkan bahwa para kader kita konsen dan peduli karena sosialisasi ini berfokus pada penguatan kapasitas kader. Kita sudah menganggap penyakit ini sebagai ancaman yang kekuatannya harus ditanggulangi, diturunkan, kalau bisa dihilangkan," tegas Mahmudin.
Mahmudin juga berharap lewat edukasi dan pengenalan aplikasi kesehatan dalam kegiatan ini, masyarakat bisa lebih mandiri dalam menjaga kesehatan fisik, mengontrol pola makan, serta mengubah perilaku sehari-hari menjadi lebih sehat. Ia meminta agar para kader kesehatan di Bendan Kergon menjadi garda terdepan yang aktif dalam melakukan tindakan preventif, kuratif, hingga promosi kesehatan.
"Kami menginginkan agar kegiatan ini berlangsung berkesinambungan terus-menerus agar warga di Bendan Kergon bisa hidup lebih baik lagi dalam hal kesehatan, terutama terbebas dari penyakit ginjal," pungkas Mahmudin.(mal)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

