Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

SMAN 1 Kota Pekalongan Batasi Penggunaan Gadget demi Fokus Belajar Siswa

SMAN 1 Kota Pekalongan Batasi Penggunaan Gadget demi Fokus Belajar Siswa

SMAN 1 Kota Pekalongan sangat serius dalam membatasi penggunaan gadget agar fokus belajar siswa bisa maksimal.-asep/radarpekalongan-

PEKALONGANSMAN 1 Kota Pekalongan mengambil langkah tegas dalam mengelola konsentrasi peserta didiknya dengan menerapkan kebijakan pembatasan perangkat seluler di lingkungan sekolah. 

Kebijakan ini dihadirkan untuk memastikan kemajuan teknologi benar-benar berfungsi sebagai penunjang prestasi, bukan malah menjadi sumber gangguan di ruang kelas.

Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Pekalongan, Wachid Muharom, menjelaskan bahwa aturan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem akademik yang kondusif. 

Langkah pembatasan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter pelajar agar lebih bijak dalam memanfaatkan gawai sehari-hari.

"Kemajuan teknologi seharusnya mendukung proses belajar dan bukan mengurangi esensi interaksi edukatif di kelas," ujar Wachid saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Alasan Utama Pembatasan Gadget di Sekolah

Kebijakan pembatasan gawai ini bukan tanpa alasan kuat. Berdasarkan evaluasi pihak sekolah, penggunaan perangkat digital yang berlebihan membawa sejumlah dampak negatif bagi kesehatan dan produktivitas pelajar:

Peningkatan Risiko Mata Minus: Paparan radiasi cahaya biru (blue light) dalam durasi lama terbukti memicu kelelahan visual dan penurunan kesehatan mata siswa.

Distraksi Belajar: Notifikasi media sosial yang terus-menerus masuk kerap memecah konsentrasi serta memicu kebiasaan buruk seperti scrolling tanpa arah.

Penurunan Kualitas Tidur: Penggunaan ponsel yang berlebihan hingga larut malam berdampak langsung pada kebugaran fisik siswa saat mengikuti pelajaran keesokan harinya.

Mekanisme dan Aturan Praktis di Kelas

Untuk memastikan aturan ini berjalan efektif tanpa mematikan fungsi teknologi sebagai media pembelajaran, SMAN 1 Kota Pekalongan menerapkan sistem pengelolaan mandiri yang melibatkan siswa secara langsung:

Kotak Penyimpanan Bersama: Siswa secara bergotong royong (urunan) membuat wadah khusus di kelas untuk menyimpan ponsel selama jam pelajaran berlangsung.

Penggunaan Fleksibel: Ponsel hanya diperbolehkan keluar dari kotak penyimpanan atas instruksi guru mata pelajaran atau ketika waktu istirahat tiba.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: