Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Proyek seni kolaborasi berbasis kearifan lokal dengan komunitas tari di Pekalongan

Proyek seni kolaborasi berbasis kearifan lokal dengan komunitas tari di Pekalongan

--

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - SMP Negeri 12 Pekalongan adalah sekolah menengah pertama negeri yang berada di Kota Pekalongan berakreditasi A (NSPN:20331630) berlokasi di Jalan Pantaisari II, Panjang Wetan, Pekalongan Utara. Didirikan sejak tanggal 30 Januari 1995. Sekolah ini menerapkan kurikulum merdeka dengan fokus pada pengembangan potensi siswa yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. SMP Negeri 12 Pekalongan mengadakan proyek seni kolaborasi pada pembelajaran seni tari di intrakurikuler sebagai bentuk pembelajaran mendalam dan menyenangkan, sebagai upaya guru seni tari untuk mendukung pembelajaran yang efektif dan langsung praktik dengan seniman sehingga pengalaman pembelajaran seni tari bisa langsung terasa manfaatnya bagi siswa.

1. Kondisi Pembelajaran Seni Tari 

Pembelajaran seni tari di SMP Negeri 12 Pekalongan dilaksanakan secara terstruktur melalui kegiatan intrakurikuler pada mata pelajaran seni budaya. Proses pembelajaran mencakup penyampaian materi teori tari daerah di sekitar kita dan guru menfokuskan pada salah satu tarian yang mengarah pada kearifan lokal Kota Pekalongan yaitu Tari Sego Megono. 

Selain penyampaian materi teori kegiatan praktik yang dikemas dalam pembelajaran proyek seni kolabarasi dengan seniman setempat menambah pembelajaran semakin semangat dan hidup. 

Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pelatihan yang dilakukan oleh komunitas seni yaitu ARH Dance Management mulai dari pemaparan asal muasal diciptakannya Tari Sego Megono hingga proses penciptaan gerak dan unsur-unsur pendukungnya. Pada proses proyek seni kolaborasi ini siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung dengan seniman sehingga kreativitas, proses kerja sama, kedisiplinan, dan apresiasi siswa dapat dirasa secara mendalam dan suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna. 

2. Guru Seni Tari SMP Negeri 12 Pekalongan

Guru seni tari di SMP Negeri 12 Pekalongan berperan sebagai fasilitator dan sekaligus pembimbing dalam proses proyek seni kolaborasi dengan komunitas seni. Guru memberi ruang kolaborasi agar siswa mendapatkan pengalaman yang berharga dan mendalam dalam pembelajaran seni tari khususnya Tari Sego Megono di sekolah. Guru berperan didaktis dan estetis, proses mengajar guru dari perspektif estetiktidak hanya berfokus pada ketepatan gerak tetapi juga pembentukan kepekaan rasa serta membimbing siswa dalam menghayati setiap gerakan serta makna yang terkandung didalamnya. Dalam hal ini, pembelajaran tidak hanya bersifat teknis tetapi juga emosional dan interpretatif. Guru melihat bahwa siswa menjadi lebih peka terhadap detail gerakan dan lebih berani mengeksprsikan diri setelah berinteraksi dengan seniman tari atau pelaku seni. Hal ini menunjukan bahwa pengalaman estetik berkembang melalui interaksi langsung dengan praktik seni yang autentik.

Namun demikian, guru juga menghadapi tantangan dalam mengembangkan aspek estetis, terutama karena tidak semua siswa memiliki tingkat kepekaan rasa yang sama. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan pendekatan seperti proyek kolaborasi serta memberikan umpan balik yang spesifik dan membangun suasana pembelajaran yang mendukung ekspresi diri siswa.

3. Komunitas Seni Pekalongan

Komunitas seni tari di Pekalongan sebagai penggiat seni, memiliki peran estetis didaktis, peran estetis yang meliputi ekspresi, penghayatan, keindahan gerak, penghayatan, keindahan gerak dan feeling siswa yang lebih dalam lagi pembelajaran seni tari, siswa diajarkan bagaimana menari dengan benar dan baik sesuai dengan kacamata penari, serta peran didaktis yaitu perbedaan cara mengajar (metode, strategi, cara menjelaskan dan mengatur kelas) yang lebih fleksibel dan simple dibandingkan dengan guru seni tari yang ada di sekolah. Dengan demikian peran didaktis yang dilakukan oleh komunitas seni ini lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa. Pengalaman yang dirasa siswa ketika proses pembelajaran menjadi lebih terasa dan bermakna.

PENUTUP 

Secara keseluruhan, proyek seni kolaborasi antara SMP Negeri 12 Pekalongan dan komunitas seni ARH Dance Management dalam pembelajaran Tari Sego Megono menunjukan bahwa pendidikan seni dapat menjadi media pembentukan karakter, penguatan identitas budaya, dan pemngembangan pengalaman estetis siswa, guru dan komunitas seni. Kolaborasi antara sekolah dan masyarakat menjadi bentuk pendidikan yang selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melibatkan lingkungan sosial dan budaya sebagai pusat pembelajaran.

 

Penulis adalah guru SMPN 12 Pekalongan

Fonny Arista, M.Pd

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: