banner honda Juli 2026

Menjadi IRT Produktif, Ranting Aisyiyah Rutin Asah Skill

Menjadi IRT Produktif, Ranting Aisyiyah Rutin Asah Skill

BATANG - Tidak harus menjadi wanita karir untuk mencari kesibukan bagi seorang ibu rumah tangga (IRT). Seperti yang dilakukan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Denasri, yang rutin memanfaatkan waktu luang para IRT ini untuk mendapatkan kesibukan yang produktif.

Ketua PRA Denasri, Tutut Andayani SE mengungkapkan, seorang Aisyiyah tidak hanya dituntut perannya sebagai ibu rumah tangga yang handal, tetapi juga kiprah kemanfaatannya bisa dirasakan masyarakat sekitar. Karena itu, PRA Denasri rutin memberikan pelatihan ketrampilan bagi anggota dan simpatisannya.

"Jumat (11/2/2022) hari ini jadi yang perdana, kita memberikan pelatihan ketrampilan merajut untuk anggota dan simpatisan. Kita ingin mencetak para calon wirausahawan perempuan baru," ungkap Tutut usai pelatihan yang dipusatkan di lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Denasri Jl Mayjen Sutoyo, Denasri Wetan Batang.

Tutut memastikan pelatihan tersebut gratis. Yang berminat tinggal mengisi link pendaftaran yang sudah dibagikan di sejumlah platform media sosial, dan selanjutnya tinggal datang saat pelaksanaan. Peserta diberikan fasilitas berupa alat merajut. Sementara pematerinya memanfaatkan keahlian anggota PRA Denasri, karena banyak yang ternyata cakap. Termasuk pelatihan merajut yang diisi Unteaningsih SPd, Wakil Ketua PRA Denasri.

"Alhamdulillah, tidak hanya warga dan simpatisan Denasri, melainkan dari wilayah lain, bahkan Pekalongan juga hadir. Artinya, respon atas program ini sangat baik, sehingga harus djaga keberlanjutannya," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris PRA Denasri, Rias Ernawati SPd menambahkan, melalui pelatihan ini pihaknya ingin memberikan kesibukan yang produktif tambahan bagi para IRT. Karena itu, pelatihan tidak hanya didesain untuk satu dua kali, melainkan berkelanjutan.

"Selain tugas domestik rumah tangga, para kader Aisyiyah maupun secara umum ibu rumah tangga, kan juga butuh ruang beraktualisasi, agar passion dan waktu luangnya tersalurkan. Tentu tak sekadar sibuk, tetapi harus produktif," tandasnya.

Rencananya, pelatihan digelar sebulan sekali dengan materi yang disesuaikan dengan apa yang menjadi minat ibu-ibu. "Mudah-mudahan ini tidak hanya sesaat manfaatnya, karena kita juga ingin membuka jalan bagi lahirnya para wirausahawan perempuan yang handal," ujarnya. (sef)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: