banner honda Juli 2026

Cegah Stunting, Tolong Hindari Pernikahan Dini

Cegah Stunting, Tolong Hindari Pernikahan Dini

BATANG - Dinkes Batang mengimbau masyarakat untuk menunda pernikahan dengan menikah di usia yang dianjurkan. Pasalnya menikah di usia dini juga bisa menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak.

Hal ini seperti disampaikan oleh Kabid Kesmas Dinkes Batang, Bachtiar Mansyah melalui Kasi Kesga, Khotiq Mulyaningrum saat Pertemuan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting di Batang, Rabu (15/6/2022).

"Semua pernikahan harus disiapkan. Apalagi menikah butuh kesiapan mental dan juga pengetahuan akan kesehatan reproduksi. Di mana pengetahuan ini nantinya berguna untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Sehingga menikah itu butuh direncanakan secara matang," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Dinkes juga berkoordinasi dengan berbagai pihak dan instansi terkait. Hal ini lantaran penanganan stunting butuh sekitar 70 persen peran dan kontribusi dari sektor lain.

"Oleh Karenanya, pada kesempatan ini kami hadirkan instansi dan dinas terkait. Seperti dari Bapelitbang, Dispermades, DP3AP2KB, Kemenag dan lainnya. Karena kami berharap mereka bisa berkontribusi membantu penurunan stunting di Batang," terang Khotiq.

Kabid Binmas Kemenag Batang, Shodiqin mengamini jika menikah dini bisa memicu adanya stunting. Oleh karenanya, pihaknya pun turut mensosialisasikan agar masyarakat tidak menikah di usia dini. Di mana saat ini secara legal untuk menikah diharuskan berumur 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan.

"Memang angka pernikahan dini di Batang cukup tinggi. Bisa dilihat dari permintaan dispensasi nikah di pengadilan agama. Kami pun intensif untuk mensosialisasikan aturan legal khususnya terkait umur pernikahan di Indonesia. Kami sosialisasikan ke sekolah dan juga pesantren," ujarnya.

Selain itu, bagi masyarakat yang ingin menikah, pihaknya juga mewajibkan adanya bimbingan pra nikah. Di mana dalam kegiatan tersebut diberikan pula materi kesehatan reproduksi dan mental serta materi lainnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: