banner honda Juli 2026

Pasar Hewan Dibuka, Langsung Ditemukan 46 Suspek PMK

Pasar Hewan Dibuka, Langsung Ditemukan 46 Suspek PMK

BATANG - Setelah diliburkan sementara selama dua pekan akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, tiga pasar hewan di Kabupaten Batang kembali beroperasi, Sabtu (4/6/2022).

Disperindagkop dan UKM Batang pun bekerja sama dengan Tenaga Kesehatan Ternak Dislutkanak melakukan monev terhadap pembukaan pasar hewan. Dislutkanak Batang mencatat, selama dua hari pembukaan ada sekitar 46 hewan yang masuk kategori suspek Penyakit Mata dan Kuku (PMK).

"Jadi selama dua hari ini, kami ikut pendampingan dan monev pembukaan pasar hewan. Dan dari yang kami temukan di lapangan, ada sekitar 46 suspek PMK yang berhasil kami deteksi, dan sebagian besar berasal dari pasar," ujar Kepala Dislutkanak Batang, Windu Suriadji melalui dokter hewan Dislutkanak Batang, Ambar Puspitaningsih saat diwawancarai, Minggu (5/6/2022).

Dikatakannya, meski pasar hewan sempat ditutup sedari 21 Mei lalu, langkah ini belum 100 persen menghentikan laju PMK. Hal ini lantaran pasar-pasar di sekitar Batang masih tetap beroperasi, sehingga masih banyak hewan ternak yang tertular PMK karena adanya jual beli dari luar daerah.

"Dua pekan lalu tiga pasar hewan di Batang, Bandar dan Limpung ditutup. Meski begitu Pasar Sukorejo Kendal masih buka, jadi banyak belantik sapi yang beli dari Pasar Sukorejo," imbuhnya.

Dengan temuan ini, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait. Sehingga nantinya bisa ditemukan solusi untuk menghentikan laju PMK dan juga tidak menghentinkan geliat ekonomi masyarakat.

"Untuk penutupan pasar hewan bukan kewenangan pihak kami, sehingga harus dirembuk dan didiskusikan kembali agar dapat win win solutionnya. Sementara kami dan pihak pasar langsung mengambil tindakan isolasi jika ditemukan suspek ternak PMK di pasar," pungkasnya.

Sementara itu, pedagang hewan, Narto mengatakan, kemarin dirinya baru berjualan kembali setelah 14 hari pasar ditutup. Menurutnya, adanya PMK ini berdampak pada merosotnya harga kambing yang ia miliki.

"Hari ini saya menjual satu ekor kambing umur 1 tahun dengan harga Rp1,8 Juta. Biasanya bisa dijual dengan harga Rp2,2 Juta. Meskipun begitu saya tetap bersyukur mata pencaharian saya sebagai pedagang hewan kembali dibuka, kemarin-kemarin waktu ditutup saya kesulitan mencari pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: