banner honda Juli 2026

Clear, Masjid Kalipucang Wetan Bukan dari Aliran Sesat

Clear, Masjid Kalipucang Wetan Bukan dari Aliran Sesat

*Pembangunan Sempat Ditolak, Pemkab Mediasi Warga

BATANG - Pemkab Batang menggelar rapat terkait pembangunan masjid di Kalipucang Wetan, Senin (7/11/2022). Rapat ini digelar sebagai upaya koordinasi antar warga dan pihak pembangun masjid. Pasalnya, sebelumnya pembangunan masjid ini sempat ditolak warga, lantaran dianggap dari aliran sesat.

Tak hanya dianggap sesat, perwakilan warga, Abu Saeri juga menyebut pihak pembangun dan pemilik tanah tidak berkoordinasi dan berkomunikasi ke warga. Selain itu, warga juga merasa kebutuhan tempat ibadah bagi warga setempat pun sudah cukup. Lantaran sudah memiliki tiga masjid, baik dari NU, Muhammadiyah dan Rifaiyah.

"Di Kalipucang Wetan sendiri sudah ada tiga masjid dari NU, Muhammadiyah, dan Rifaiyah. Yang sudah mengakomodir seluruh warga. Selain itu dari awal pembangunan itu kami merasa pihak pemilik tanah tidak ada komunikasi. Seperti selonong boy saja membangun masjid tanpa adanya izin atau sosialisasi ke warga," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, mewakili Habib Ma'sum Baisa selaku pemilik tanah dan pembangun masjid, M Rofi'i Mukhlis menjelaskan, jika pihaknya bukan berasal dari aliran sesat. Bahkan, Habib Ma'sum sendiri merupakan teman akrab dari Kyai Said Aqil Siradj, mantan Ketua PBNU.

Pihaknya memastikan masjid ini nantinya akan dikelola oleh takmir masjid yang berasal dari Batang. Dalam hal ini akan dipimpin langsung oleh Ketua MUI Batang, KH Zainal Iroqi.

Terkait dengan komunikasi dan perizinan ke warga, pihaknya menyatakan sudah meminta izin ke kepala desa setempat. Bahkan proyek pembangunan pondasi masjid pun dikerjakan oleh kepala desa.

"Terkait komunikasi dan sosialisasi ke warga kami rasa ada miss komunikasi dari Pak Kepala Desa. Sehingga dengan adanya rapat ini, sudah disepakati nantinya setelah ini akan ada musyawarah dengan pihak warga. Kami siap untuk berdialog dengan warga terkait kelanjutan pembangunan masjid," imbuh Mukhlis.

Pihaknya pun menyebut, ke depannya masjid dengan lahan sekitar 1.000 meter ini bisa digunakan bagi kepentingan masyarakat. Tak hanya spesifik untuk aliran atau ormas tertentu. Pihaknya pun siap merekrut warga sekitar untuk menjadi pengurus ataupun pengelola masjid.

"Masjid ini juga letaknya di dekat jalan raya Pantura. Sehingga bisa menjadi tempat ibadah bagi musafir. Selain itu di sekitar wilayah tersebut juga dekat dengan kantor dinas dan beberapa instansi. Sehingga bisa menjadi tempat ibadah untuk masyarakat pendatang dan musafir," imbuhnya.

Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki menyebut, pihaknya melakukan rapat ini sebagai upaya mediasi antar warga dan pemilik tanah. Terlebih dengan adanya kekhawatiran adanya aliran sesat dengan adanya pembangunan masjid tersebut.

"Jadi untuk kekhwatiran terkait aliran sesat itu tidak benar ya. Nah untuk permalasahan lainnya, ini harus diselesaikan oleh kedua pihak. Tadi sudah disepakati adanya musyawarah dengan warga. Monggo nanti dari masyarakat setelah mendengar penjelasan dari pihak pembangun, apakah bisa menerima atau tetap menolak kami serahkan ke masyarakat," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: