PPKM Darurat, Seluruh Objek Wisata di Batang Ditutup
BATANG - Seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Batang akan ditutup selama penerapan PPKM Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. Penutupan tersebut bertujuan untuk menekan penularan COVID-19.
"Saya mohon pengertiannya dari seluruh masyarakat. Ini memang berat, tapi harus kita lakukan demi menekan penularan COVID-19 yang saat ini terus mengalami peningkatan," ungkap Bupati Batang, Wihaji usai Rakor dengan Forkompinda dan kepala OPD terkait penerapan PPKM Darurat mulai besok atau 3 Juli 2021.
Bupati Wihaji menjelaskan, pemerintah pusat telah menetapkan pemberlakukan PPKM Darurat mulai besok di Jawa dan Bali. Pada keputusan tersebut daa beberapa ketentuan yang harus dilaksakan oleh daerah dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 yang saat ini sudah sangat cepat.
"Kami memahami suasana kebatinan masyarakat terkait sejumlah kebijakan yang tentunya dianggap merugikan. Namun hal itu merupakan salah satu ikhtiar guna menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. Dan tentunya upaya tersebut harus didukung oleh semua pihak, demi kebaikan masyarakat luas," jelas Bupati Wihaji didampingi Dandim 0736/Batang dan juga Ketua DPRD.
Selain penutupan objek wisata, dalam penerapan PPKM Darurat juga ada sejumlah Ketentuan lainnya. Salah satunya untuk rumah makan, restoran ataupun pedagang makanan untuk tidak melayani pembeli makan ditempat. Namun makanan ataupun minuman haruslah dibawa pulang atau dibungkus.
"Larangan makan ditempat diberlakukan guna menghindari terjadinya kerumunan yang dikhawatirkan akan menyebabkan penyebaran Covid-19," lanjut Wihaji.
Bupati berharap agar masyarakat bisa mentaati apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah, karena hal itu bertujuan untuk kebaikan bersama.
Sedangkan untuk pengawasan pelaksaan PPKM Darurat sendiri, tim gabungan dari TNI-POLRI dan juga Satpol PP akan secara rutin melakukan patroli.
"Kami minta tolong pada masyarakat untuk menunjukan empatinya terhadap penyebaran Covid-19. Tenaga kesehatan, TNI dan Polri telah berjibaku dan berjuang untuk menekan penyebaran Covid-19. Dan hal itu tidak akan mendapatkan hasil maksimal tanpa partisipasi semua pihak, termasuk masyarakat," tandas Wihaji. (don)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


