Cakupan Wilayah Terdampak Banjir Berkurang
*Padat Karya Normalisasi Saluran Dinilai Efektif
BATANG - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dalam mengentaskan masalah banjir agaknya menuai hasil, meski masih tersisa sejumlah wilayah yang terdapat genangan air.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengatakan, bahwa memang terdapat perbedaan pada kondisi banjir di wilayah Batang dari tahun ke tahun. Terutama pada cakupan luasan wilayah terdampak banjir.
"Cakupan luasan titik banjir terlihat berbeda dari tahun tahun lalu. Tahun ini kami catat baru ada tiga titik yang terendam banjir, dan ketinggian air nya pun tidak se ekstrem tahun lalu," ujar Ulul, kemarin.
Ia menyebutkan, tahun ini titik banjir melanda tiga wilayah, yakni Karangasem Utara, Klidang Lor, dan Kalipucang Wetan. Adapun ketinggian air banjir mencapai 20-40 centimeter.
Sementara itu, berdasarkan catatan BPBD, bencana banjir pada tahun lalu menimpa Denasri Kulon, Kasepuhan, Kalipucang Kulon, Kalipucang Wetan, Karanganyar, Proyonanggan Tengah, Kauman, Karangasem Utara, Karangasem Selatan, Klidang Lor, dan Watesalit.
"Masih teringat jelas di ingatan pada 26 Januari 2019 silam. Kabupaten Batang diterjang banjir ekstrem, bahkan ketinggian air mencapai 140 centimeter, di Klidang Lor dan Karangasem Utara. Semoga tidak terulang lagi," katanya.
Menurut Ulul, perubahan kondisi itu tidak terlepas dari kebijakan yang diambil Bupati Batang Wihaji dengan menggalakkan program padat karya dan mengerahkan pasukan got.
"Ya, adanya program padat karya dengan melakukan normalisasi sungai menggunakan alat berat saya kira evektif. Selain itu, juga adanya pasukan got sangat membantu Pemkab Batang," tandasnya. (fel)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
