banner honda Juli 2026

Tuntaskan Nasib Guru Honorer di 2023

Tuntaskan Nasib Guru Honorer di 2023

**239 Guru Segera Terima SK PPPK

BATANG - PGRI Kabupaten Batang menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bi halal, Selasa (10/5/2022). Acara yang digelar di GOR Moh Sarengat Batang ini dihadiri oleh lebih dari sepuluh ribu guru, baik anggota PGRI maupun organisasi keguruan lainnya.

Di momen ini pun, Bupati Batang, Wihaji yang akan mengakhiri masa tugasnya beberapa hari ke depan turut memberikan kado spesial bagi para guru. Khususnya guru-guru non ASN di Kabupaten Batang. Salah satunya adalah bakal diberikannya SK pengangkatan bagi guru Wiyata bhakti yang lolos seleksi PPPK tahun 2021.

"Tadi ada harapan PGRI yang disampaikan kepada saya, yakni kepastian guru non ASN menjadi status PPPK. Insya Allah sudah saya tandatangani dan tinggal kita serahkan Surat Keputusan (SK) untuk rekruitmen tahun 2021," kata Wihaji saat menghadiri halal bi halal PGRI Batang di Lapangan Sepak Bola M Sarengat, Selasa (10/5/2022).

Rekrutmen guru non ASN tahun 2021 yang akan menerima SK yakni 239 guru, jumlah itu untuk formasi guru sekolah dasar (SD) sebanyak 200 orang, guru olahraga 8 orang, dan sekolah menengah pertama (SMP) 31 orang. "Penambahan PPPK tahun 2022, Insya Allah kita rencanakan sebanyak 810 orang untuk formasi guru dan tenaga teknis lainya," kata Wihaji.

Adapun guru non ASN yang belum terangkat menjadi PPPK, akan dilanjutkan oleh kepemimpinan Bupati Wihaji yang akan selesai pada 22 Mei 2023. "Sisa guru non ASN akan diselesaikan oleh pemimpin selanjutnya setelah saya. Karena ini harapan dari PGRI untuk meningkatkan taraf kesejahteraanya," ungkapnya.

Politisi Golkar itu juga menyatakan memperjuangkan penjaga sekolah masuk dalam rekruitmen PPPK di tahun depannya. "Penjaga sekolah juga memberikan supporting terhadap pendidikan. Karena masuk dalam bagian tenaga pendidikan," ujar Wihaji.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Batang, Arief Rohman menyebutkan, total guru non ASN di Kabupaten Batang sekitar 2.600 orang. "Kita sudah usulkan guru non ASN menjadi PPPK sebanyak 239 orang untuk tahun 2021. Tahun ini kita usulkan 810 orang," katanya.

Arif juga berjanji akan memperjuangkan penuntasan sisa guru non ASN untuk menjadi PPPK dan juga penjaga sekolah non ASN yang jumlahnya ada sekitar 700 orang.

"Sisa guru non ASN, Insya Allah kita selesaikan menjadi PPPK di tahun 2023. Karena dari Kementerian Pendidikan membuka kuota 1 juta untuk formasi guru yang di dalamnya juga ada tenga teknis lainya seperti penjaga sekolah," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: