Rehab Gagal, Realisasi Hanya 12 Persen
*Hasil Opname Pekerjaan oleh PPKom
BATANG - SDN Wonosegoro 02 Bandar menjadi sekolah yang kondisinya paling parah di antara lima proyek gagal rehab sekolah di Batang tahun 2021 lalu. Disdikbud Batang mencatat bahwa realisasi pembangunan SDN Wonosegoro 02 hanya 12,47 persen.
Hal itu seperti disampaikan Kepala Bidang SD Disdikbud Kabupaten Batang, Yuliyanto di kantornya, Senin (7/3/2022). Jumlah itu sudah dikurangi dari perhitungan terakhir karena bangunan belum berfungsi. "Kami sudah mendatangi pihak kontraktor untuk melakukan putus kontrak," tegasnya.
Ditambahkannya, progres rehabilitasi di SDN Depok 02 mencapai 41 persen. Lalu, SDN Jambangan 02 sebanyak 33,69 persen, SDN Pejambon mencapai 27,3 persen dan SDN Plelen 01 capai 25,34 persen.
Yuli berujar, pihaknya turut menagih denda pekerjaan dari CV Amelia Rahman yang belum dibayar. Total denda pengerjaan lima sekolah itu mencapai Rp 152 juta. "Pihak sana bilang bersedia membayar paling lambat 31 Maret," tuturnya.
Sementara terkait pembayaran realisasi pekerjaan, menurut Yuli baru bisa dicairkan di APBD Perubahan 2022 mendatang.
Sebelumnya, Pihak Disdikbud Kabupaten Batang memutuskan sepihak opname hasil rehabilitasi SD yang tak rampung. Alasannya, kontraktor yang gagal rehab lima SD, CV Amelia Rahman, dianggap tidak kooperatif.
Pernyataan itu ditegaskan kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq. Ia mengatakan perusahaan Cimahi, Jawa Barat,tidak menunjukkan itikad baik. "Diundang tidak datang, di-WA tidak membalas, dan ditelfon tidak diangkat," katanya di kantornya.
Ia memerintahkan kuasa pengguna anggaran (KPA) untuk memutus sepihak bersama dengan tim teknis dan konsultan. (nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
