banner honda Juli 2026

Sakit, 10 Siswa Absen US Luring

Sakit, 10 Siswa Absen US Luring

*Ujian Terpaksa Dilakukan di Rumah

BATANG - Mulai Senin (19/4/2021) kemarin, SMP se derajat di Kabupaten Batang melaksanakan Ujian Sekolah (US) luring atau tatap muka. Total ada sekitar 7.409 pelajar yang mengikuti US yang digelar hingga 24 April mendatang. Meski sudah dimulai tatap muka, pihak sekolah pun masih tidak mengizinkan siswa yang berada di zona merah atau pun siswa yang sakit untuk mengikuti PTM.

Hal ini seperti yang dilakukan di SMPN 1 Batang, ada sekitar 10 siswanya yang tidak mengikuti US secara Luring lantaran masih sakit. Para siswa yang sakit ini masih melaksanakan US di rumah. Di mana orang tua tiap harinya akan mengambil soal dan menyerahkan lembar jawaban.

"Sesuai dengan instruksi Disdikbud Batang, untuk US kali ini diizinkan untuk dilaksanakan secara Luring atau tatap muka. Hanya saja karena di sekolah kami yang ada di Kelurahan Kauman masih dalam kondisi zona merah, kami perketat pelaksanaannya, di mana siswa yang masih sakit dan berasal dari zona merah untuk melaksanakan US di rumah," jelas Kepala SMPN 1 Batang, Achmad Suroso didampingi panitia pelaksana US, Dinok Sudiami.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam US kali ini pihaknya sudah mengimbau agar orang tua bisa antar jemput anak ketika berangkat ujian. Sebelum dan sesudah ujian pihaknya juga melakukan sterilisasi kelas dengan menyemprotkan disinfektan. Pihaknya dibantu petugas gugus covid setempat juga melakukan pengecekan suhu kepada siswa yang akan melaksanakan ujian.

"Di tempat kami total ada 188 siswa yang absen 10 karena sakit dan ada beberapa di antaranya yang masih zona merah. Dan untuk yang tatap muka, setiap kelas maksimal kami isi 16 orang. Kami gunakan 12 kelas agar ada jarak antar siswa sekitar 2 meter. Kami harap kebijakan dan langkah yang kami lakukan ini bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 di sekolah," pungkasnya.

Salah satu pelajar, Farah dan Lintang mengaku senang bisa kembali tatap muka dengan teman-teman mereka. Kedua orang tua mereka pun lebih mendukung mereka untuk belajar secara tatap muka.

"Senang banget karena sudah lama tidak sekolah. Bisa ketemu teman-teman. Meski puasa tetap semangat karena bisa ketemu teman. Orang tua justru senang karena kalau di rumah mereka bosan melihat kami lebih sering main handphone," tutur siswi kelas 9 ini.

Sebelumnya, Disdikbud Batang memang telah memberikan instruksi terkait pelaksanaan US secara luring. Meski beberapa wilayah khususnya di Kecamatan Batang masih zona merah, kebijakan US luring ini dipilih dengan berbagai pertimbangan.

"Secara nyata apabila ujian sekolah dilaksanakan secara tatap muka, tentu menghasilkan nilai ujian yang pasti obyektif karena anak didik benar-benar melakukan ujian tertulis sebagaimana mestinya. Untuk itu, kami mengizinkan pelaksanaan US secara luring asalkan dilaksanakan sesuai dengan prokes ketat," tandas Sekretaris Disidkbud Batang, Sabar Mulyono. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: