Sekolah Minta Vaksinasi Pelajar Dipercepat
*PPKM Darurat, PTMT Ditunda
BATANG - Tahun ajaran baru 2021/2022 resmi dimulai, Senin (12/7/2021). Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang sempat direncanakan tahun ajaran ini resmi ditunda. Hal ini dilaksanakan untuk menyikapi adanya lonjakan kasus Covid-19. Para pelajar pun harus merelakan kembali bergulat dengan pembelajaran sistem daring.
Menyikapi hal tersebut, Kepala SMKN 1 Warungasem, Catur Puji Raharjo berharap adanya percepatan vaksinasi untuk kalangan pelajar. Di mana pelajar SMP-SMA/K sederajat dapat masuk ke dalam sasaran vaksinasi anak usia 12-17 tahun. Sehingga dimungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) ke depannya.
"Kami sangat-sangat mngharapkn supaya seluruh pelajar di Kabupaten Batang khususnya untuk segera mendapatkan vaksin. Hal ini sebagai upaya preventif terhindar dari penularan covid-19. Prokes yang ketat dari keluarga juga sangat kami harapkan," jelas lelaki yang juga Ketua MKKS SMK Kabupaten Batang ini.
Dari pengamatannya, banyak peserta didik yang menghendaki adanya PTM meskipun dilaksanakan terbatas. Meski begitu, melihat perkembangan pandemi yang belum menurun bahkan ada peningkatan kasus, pelajar berharap vaksinasi untuk mereka bisa segera dilaksanakan, sehingga bisa melaksanakan PTM meski terbatas.
"Meski begitu, tetap kedisiplinan masyarakat juga menjadi hal yang utama. Karena vaksin saja tidak cukup. Tetapi perlu dibarengi denga pelaksanaan prokes yang baik dan tepat dan dilaksanakan semua kalangan masyarakat," tegasnya.
Hal senada juga diamini Kepala SMPN 1 Batang, Achmad Suroso. Ia berharap pelajar dapat masuk program percepatan vaksinasi. Apalagi di sekolahnya sudah setahun penuh menggelar pembelajaran daring lantaran wilayah Kauman kerap masuk zona merah Covid-19.
"Kami juga berharap adanya percepatan vaksinasi pelajar seperti di beberapa daerah lainnya. Karena saat ini suasana kebatinan pelajar yang bisa dibilang sudah mulai bosan dan sangat merindukan PTM. Namun memang karena masih pandemi dan adanya lonjakan kasus, mereka harus belajar daring. Meski begitu ada harapan bisa segera divaksin sehingga memungkinkan adanya PTM. Dan tentunya didukung kedisiplinan Prokes dari seluruh kalangan masyarakat," harapnya. (nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
