banner honda Juli 2026

Vaksinasi Harian Tembus 8 Ribu Dosis

Vaksinasi Harian Tembus 8 Ribu Dosis

*Pemkab Fokus Percepatan di Tujuh Kecamatan

SUBAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang membuktikan janjinya untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi di tujuh kecamatan yang capaiannya masih rendah. Hasilnya, realisasi vaksinasi pun melampaui target harian, yakni menembus 1,6 persen atau mencapai 8 ribu dosis per harinya.

Padahal, sebelumnya Pemkab Batang hanya mentargetkan percepatan vaksinasi sebesar 1 persen atau sekitar 6 ribu dosis per hari. Realisasi yang melampaui target ini tak lepas dari upaya all out yang dilakukan Pemkab, salah satunya melalui jemput bola langsung menyasar ke masyarakat. Seperti yang berlangsung di Balai Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Rabu (27/10/2021).

"Jadi hasil rakor kemarin, ada percepatan tujuh kecamatan prioritas yang capaian vaksinasinya kurang dari 30 persen. Ada beberapa kecamatan termasuk Subah ini yang kemarin masih 16 persen. Sekarang warga tidak perlu nunggu di Puskesmas, tetapi dari Dinkes dari Puskesmas yang turun ke warga. Setelah kita pantau ternyata luar biasa peningkatannya, sekitar 1,6 persen per hari bisa tembus 8 ribu dosis per hari," ungkap Bupati Batang, Wihaji, saat meninjau langsung kegiatan vaksinasi di Kemiri Barat.

Untuk memastikan kelancaran percepatan vaksinasi, Bupati bersama Forkopimda memang ikut terjun memantau. Peninjauan ini dilakukan agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Selain itu, terkait dengan kendala administrasi kependudukan, pihaknya juga akan berkordinasi langsung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Didiet Wisnuhardanto menjelaskan, ada tujuh kecamatan yang menjadi target percepatan vaksinasi. Tujuh kecamatan tersebut, yakni Kandeman, Wonotunggal, Bandar, Tersono, Bawang, Subah, dan Warungasem.

"Untuk vaksinasi sesuai dengan hasil rakor kami fokuskan di tujuh kecamatan ini. Setiap harinya ada tim dari Dinkes maupun Puskemas yang melaksanakan vaksinasi baik di Puskesmas ataupun jemput bola ke balai desa," imbuhnya.

Salah satu warga Desa Kemiri Barat, Ngatirah (66), mengaku sempat khawatir akan efek samping vaksin. Meski begitu, ia akhirnya mantap untuk vaksin ditemani sang cucu.
"Sempat takut, tapi kata cucu saya tidak apa-apa. Kalau pun nantinya sakit juga diberikan obat oleh petugas," imbuhnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: