Museum Sejarah Nabi Terbesar Dunia Segera Dibangun
BATANG - Sempat tertunda karena dua tahun pandemi Covid-19, rencana pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Indonesia dipastikan akan segera dimulai. Museum Nabi yang digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di dunia ini merupakan hasil kerjasama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Liga Muslim Dunia, dan Yayasan Wakaf Assalam.
Selasa (1/11/2022) kemarin, Ketua Umum DMI yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi Muhammad, H Muhammad Jusuf Kalla, berkesempatan bertemu dengan Sekjen Liga Muslim Dunia, Syaikh Dr Muhammad Abdul Karim Al-Isa, di sela Konferensi Agama R 20 di Bali.
Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla didampingi Wakil Ketua Yayasan Sejarah Nabi Muhammad Dr KH Ali Hasan Bahar dan Wasekjen DMI KH Anizar Masyhadi. Sementara Syaikh Al-Isa didampingi oleh Wasekjen Dr Muhammad Al-Majduqi dan Direktur Kantor Liga Muslim Dunia untuk Indonesia Ambassador Abdurrahman Al-Khoyyat.
Pertemuan keduanya secara spesifik membahas pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam yang akan dibangun di Indonesia. Sekjen Al-Isa menegaskan kembali komitmennya terkait pembangunan Museum, menurutnya Indonesia merupakan negara yang sangat penting di dunia, berpenduduk muslim terbesar di dunia.
"Syaikh Al-Isa menegaskan bahwa insya Allah dalam waktu dekat pembangunan museum akan segera dimulai. Museum yang dibidani oleh Haji Jusuf Kalla dan Haji Syafruddin akan menampilkan nilai-nilai luhur kehidupan Rosulullah yang otentik yang penuh dengan rahmat untuk semesta alam," ungkap Wasekjen DMI, Anizar Masyhadi melalui rilis yang diterima Radar Pekalongan, Kamis (3/11/2022).
Untuk diketahui, rencana pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Jakarta ini merupakan hasil kerjasama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Liga Muslim Dunia, dan Yayasan Wakaf Assalam.
Ketiganya telah menandatangani MoU pada 30 September 2019 silam di Jeddah
Adapun prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam telah dilakukan pada Februari 2020 silam. Namun tidak lama, dunia menghadapi pandemi Covid-19, termasuk di Indonesia, sehingga rencana pembangunan sedikit terhambat.
MODERASI ISLAM
Dalam pertemuan di Bali itu, Syaikh Al-Isa juga mengapresiasi Indonesia yang terus melakukan peranan penting dalam penyebaran wasatiyyat Islam (moderasi Islam) dan perdamaian di dunia, dapat menjadi contoh kehidupan yang damai dan penuh dengan toleransi walaupun penduduknya beragam agama, suku, dan budaya. "Syaikh Al-Isa juga mengapresiasi peranan penting Bapak Jusuf Kalla dalam perdamaian dunia," imbuh Anizar. (sef)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
