Dirgahayu Batang Atas
iklan banner Honda atas

Nilai Ekspor Batang Tembus 23,66 Juta Dolar

Nilai Ekspor Batang Tembus 23,66 Juta Dolar

*Selama Semester I 2021, Naik Dibanding Tahun Lalu

BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat realisasi nilai ekspor pada semester pertama tahun ini mengalami kenaikan, meski pemerintah melakukan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang, Subiyanto mengungkapkan, bahwa capaian realisasi nilai ekspor selama periode Januari hingga Juni 2021 menembus 23,66 juta dolar AS atau sekitar Rp331,3 miliar.

"Realisasi nilai ekspor semester pertama atau Januari hingga Juni 2020 hanya mencapai sekitar 19 juta dolar AS. Akan tetapi di tengah pandemi, nilai ekspor semester pertama 2021 mampu menembus 23,664 dolar AS," ungkap Subiyanto, kemarin.

Kenaikan nilai ekspor tersebut, kata dia, dipengaruhi adanya kebijakan pemerintah menerapkan kelonggaran kebijakan PPKM dan permintaan produk ekspor ke sejumlah negara juga naik. Adapun tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Jepang, Australia, Inggris, Belgia, China, Bahrain, Jerman, Kanada, Belanda, Hong Kong, dan Taiwan.

Subiyanto menyebutkan, saat ini sebanyak 11 perusahaan yang telah mengantongi surat izin operasional mobilitas kegiatan industri sebagai bagian syarat melakukan kegiatan ekspor.

"Saat ini ekspor masih lancar. Hanya saja, kegiatan ekspor masih melalui asosiasi sehingga produk tidak langsung bisa diekspor dari perusahaan yang bersangkutan. Adapun produk andalan yang diekspor adalah produk dari kayu," katanya.

Ia mengatakan 11 perusahaan itu meliputi PT Sengon Indah Mas, PT Bahana Bumi Pala Persada, PT Cipta Alam Prima, PT Albasia Batang Sejahtera, PT Sahabat Utama Industri, PT Rima Profil, PT Biwel Mitra Niaga, Helmi Saleh Dans'un, PT Adn Wood Batang, PT Batang Alum Industri, PT Wan Ho Indonesia.

"Kami berharap kondisi pandemi Covid-19 bisa segera berakhir sehingga aktivitas ekspor bisa kembali normal dan mampu meningkatkan nilai ekspor lagi," katanya. (fel)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: