banner honda Juli 2026

Target 50% Capaian Vaksinasi Meleset

Target 50% Capaian Vaksinasi Meleset

*Sampai Akhir Oktober Baru Terealisasi 41%

BATANG - Target capaian vaksinasi 50 persen di akhir Oktober yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Batang ternyata masih belum terealisasi. Meski berbagai upaya percepatan dan keroyokan hingga jemput bola sudah dilakukan, namun realisasinya tetap saja masih meleset dari target. Sampai akhir Oktober 2021 kemarin, PemKab Batang hanya mampu memenuhi capaian vaksinasi sebesar 42 persen.

Hal ini pun dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Didiet Wisnuhardanto saat ditemui di kantornya, Selasa (2/11/2021). Dia mengakui, sampai akhir bulan kemarin upaya pemenuhan target masih kurang 8 persen.

Namun demikian, Didiet tetap memberikan apresiasi tinggi atas kinjera all out jajaran Dinkes hingga Puskesmas, dukungan TNI/Polri, dan unsur lainnya yang secara bahu membahu bersama melakukan percepatan vaksinasi.

"Menurut saya itu sudah luar biasa. Kami mulai action percepatan sejak 21 Oktober 2021. Saat itu capaian vaksin baru di kisaran 26 persen," ungkap dr Didiet di kantornya, kemarin.

Ia mengatakan, dalam tempo 11 hari, pihaknya nyatanya mampu mengejar capaian vaksinasi sebanyak 16 persen. Vaksinasi Covid-19 harian di kabupaten Batang minimal 6.200 tercapai, angka yang cukup tinggi.

Didiet bahkan menyebut bahwa vaksinasi Covid-19 pernah menembus 10 ribu dosis per hari. Terendah hanya di angka 6.200 per hari. "Dalam seminggu ini kami akan kejar 50 persen. Lalu setelah itu kami akan fokus ke vaksinasi lansia dengan cara jemput bola," katanya.

Ia menjelaskan, capaian vaksinasi lansia di Kabupaten Batang baru 29 persen. Menurutnya, masih butuh sekitar 10 persen untuk memenuhi target dari pemerintah pusat.

Sementara itu, target capaian vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berada di angka 40 persen. Pihaknya yakin memenuhi hal itu dalam bulan ini. "Kalau stok vaksin masih banyak. Pfizer 62 ribu akan mulai kami gunakan," tambahnya. (fel)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: