Enam Kecamatan Rawan Kekeringan dan Kebakaran
*Masuk Kemarau, BPBD Minta Masyarakat Waspada
BATANG - Bulan Agustus-Oktober 2021, Indonesia akan dihadapkan dengan musim kemarau. Oleh sebab itu, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) diminta mewaspadai potensi bencana kekeringan dan kebakaran.
Terlebih, ada enam kecamatan di Kabupaten Batang yang masuk daftar status rawan bencana kekeringan maupun kebakaran lahan. "Ya, kami sudah menerima surat edaran dari pusat yang meminta BPBD untuk menyiapkan langkah-langkah dalam menghadapi musim kemarau," kata Kepala Pelaksana BPBD Batang, Ulul Azmi, kemarin.
Dikatakan Ulul, ada sejumlah kecamatan di Kabupaten Batang memiliki potensi bencana kekeringan dan kebakaran. "Untuk potensi kekeringan ada di empat kecamatan. Sedang potensi kebakaran ada di lima kecamatan," terangnya.
Disebutkan dia, potensi kekeringan acap kali melanda wilayah Kecamatan Bandar, Tulis, Subah, dan Banyuputih. Sementara untuk potensi bencana kebakaran lahan ada di Kecamatan Bawang, Bandar, Subah, Banyuputih, dan Gringsing.
"Untuk penanganan kekeringan kami siapkan droping air, kemudian pipanisasi yang disalurkan dari sumber air, dan mengaktifkan pipa sumur dalam milik ESDM Provinsi," jelasnya.
Adapun untuk bencana kebakaran lahan, pihaknya akan berkoordinasi dengan para relawan dan pemadam kebakaran milik Satpol PP Kabupaten Batang. "Untuk rawan kebakaran lahan karena ada kebiasaan warga membakar tebu setelah panen. Kalau tidak dijaga bisa merambat ke lahan lain," jelasnya.
Ulul menyatakan segera melakukan rapat koordinasi. "Setelah rakor kami akan menyiapkan peralatan dan personel," katanya.
Ditambahkan Ulul, tahun ini BPBD Batang juga mendapat pinjaman truk tangki air dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dengan kapasitas 2.500 liter. Truk tersebut bisa disiagakan untuk mengantisipasi dan menangani kekeringan. (fel)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
