banner honda Juli 2026

Gegara Covid, Realisasi Pendapatan Turun Rp 36 M

Gegara Covid, Realisasi Pendapatan Turun Rp 36 M

BATANG - Akibat dampak dari adanya pandemi Covid-19, realisasi pendapatan tahun 2020 Pemkab Batang mengalami penurunan di banding tahun 2019. Hal ini menjadi sorotan bagi DPRD Kabupaten Batang, yang disampaikan dalam pandangan umum Fraksi Partai Hanura dan Nasdem.

Diketahui realisasi pendapatan Pemkab Batang di tahun 2020 sebesar Rp1.733.087.893.276,46. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp36.870.309.139,82 atau 2,08 persen dari tahun 2019 yang mencapai 1.769.958.202.416,28.

Menanggapi hal itu, Bupati Batang, Wihaji mengatakan, bahwa penurunan realisasi pendapatan itu merupakan akibat dari pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga mereda.

"Hal ini dapat dilihat dari penurunan dana transfer sebesar Rp49.641.917.802,00 dan lain-lain pendapatan yang sah mengalami peningkatan sebesar Rp1.184.829.659,00," katanya.

Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD), lanjut Wihaji, justru mengalami peningkatan sebesar Rp11.586.779.003,18.

Bupati Wihaji pun menanggapi pernyataan dari fraksi Partai Hanura dan Nasdem yang menyoroti mengenai anggaran 2020 yang tidak terserap sebesar Rp179.652.348.581,67 atau 9,75%. Bahkan anggaran yang tidak terserap ini nilainya lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya (tahun 2019) sebesar Rp145.786.403.014,58 atau 7,67%,.

Dua anggaran yang tidak terserap di antaranya adalah belanja hibah sebesar Rp12.620.113.670,00 dan bantuan sosial sebesar Rp1.830.238.433,00.

"Belanja hibah dan bantuan sosial yang tidak tidak terserap dikarenakan dari penerima bantuan tidak mengajukan permohonan pencairan, atau mengajukan permohonan tapi tidak memenuhi persyaratan pencairan," ujar Wihaji.

Belanja lain yang tidak terserap antara lain sertifikasi guru, Silpa DAK tahun-tahun sebelumnya dan efisiensi dari berbagai OPD. (fel)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: