Generasi Muda Diajak Kawal Pembangunan KITB
BATANG - Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) diyakini akan berdampak besar bagi Kabupaten Batang, baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Karena itu, Himpunana Mahasiswa Batang Rantau (Himbara) Jabodetabek dan Jabar mengajak masyarakat Batang khususnya anak muda untuk mengawal pembangunan KITB.
Kegelisahan itu mereka salurkan melalui penyelenggaraan acara webinar bertema "Strategi Mengatasi Dampak Lingkungan Kawasan Industri Terpadu Batang, Kita Bisa Apa?", yang digelar beberapa waktu lalu.
Selaku pemateri, Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan DPUPR Batang, Endro Suryono menjelaskan tentang latar belakang Masterplan Proyek Pembangunan KITB yang merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Selain itu, lokasi proyek KITB ini sangat strategis dan menjadi kawasan yang optimal untuk investasi kawasan industri.
"Proyek KITB diposisikan sebagai percontohan kerja sama antara Pemerintah dan BUMN. Hal ini sekaligus menjadi pendukung dalam kemajuan perkembangan Kabupaten Batang. Ada beberapa sektor industri yang akan hadir di KITB, di antaranya industri makanan & minuman, industri ICT & elektronik, industri kimia, industri tekstil, serta industri otomotif," bebernya.
Sementara Social Specialist in Earthworm Foundation Indonesia, Aminuddin, mengimbau masyarakat untuk melihat megaproyek ini dengan bijaksana. Satu sisi, proses pembangunan adalah niscara untuk kemajuan. Namun di sisi lain dampaknya pun harus diantisipasi bersama. Karena itu, penting untuk tetap mengawasi bersama proses pembangunannya.
"Disadari atau tidak, dampak yang bisa dianalisa dan yang kemungkinan akan timbul dari megaproyek ini adalah dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Yang perlu ditekankan adalah hal ini juga berdampak pada dampak non fisik, diantaranya shock culture, kontestasi pencari kerja, konflik horizontal, bertambahnya biaya hidup karena menurunnya kualitas alam, dan sebagainya," ujarnya.
Ketua Batang Bumi Lestari, Agus Winoto, menjelaskan terkait solusi dalam penanganan dampak lingkungan yang timbul akibat proyek KIT-B. Menurutnya, ketidakseimbangan ekosistem akan muncul ketika manusia beraktivitas tidak ramah lingkungan. Pembangunan megaproyek KITB tersebut mau tidak mau akan mengundang beragam dampak di lingkungan sekitar proyek. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk menggunakan konsep ekologi industri
"Konsep ekologi industri mengintegrasikan antara kegiatan industri dan lingkungan untuk mewujudkan efesiensi lingkungan. Ini adalah sebuah konsep di mana suatu industri dapat melakukan kerja sama untuk memanfaatkan limbah yang dihasilkan, untuk kemudian dijadikan input pada industri lainnya. Ekologi industri harusnya diterapkan di tiap industri yang terlibat dalam kawasan yang kemudian dikenal dengan eco industrial park," harapnya. (nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
