Dirgahayu Batang Atas
iklan banner Honda atas

Gotong Royong Mewujudkan Batang Mandiri dan Sejahtera

Gotong Royong Mewujudkan Batang Mandiri dan Sejahtera

MASA sulit masih masih membayangi momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Batang ke-55 tahun 2021 ini. Namun di tengah dampak pandemi Covid-19 yang membuat pertumbuhan ekonomi mengalami pelambatan, Pemerintah Kabupaten Batang di bawah kepemimpinan Bupati Dr H Wihaji Sag MPd dan Wakil Bupati H Suyono SIP MSi tetap menyerukan semangat kemandirian untuk menuju Batang sejahtera di 2022.

"Momentum HUT Batang tahun ini masih dalam masa sulit, bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Dampak pandemi masih amat terasa, pertumbuhan ekonomi melambat, bahkan sempat minus kemarin, angka kemiskinaan dan pengangguran terbuka juga mengalami kenaikan, padahal trenya sampai 2019 sangat bagus. Bersyukur bahwa capaian indikator ekonomi makro kita relatif masih lebih baik dari provinsi maupun nasional," kata Bupati Batang, Wihaji, di sela giat gotong royong membedah rumah warganya yang tak mampu di Bawang bersama Wabup dan pimpinan OPD, Selasa (7/4/2021).

Menghadapi kondisi sulit tersebut, Wihaji menekankan pentingnya dua hal, yakni gotong royong dan kemandirian. Dalam banyak kasus, situasi sulit justru menjelma menjadi pemantif efektif kemandirian sebuah masyarakat.

Pesan ini pula yang coba disampaikan Pemkab Batang saat giat bedah rumah tak layak huni (RTLH) milik Murodhin (50), warga Dukuh Harjowinangun, Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Selasa (6/4/2021). Kegiatan yang menjadi rangkaian HUT Batang ke-55 itu terbilang istimewa. Pertama, kalau biasanya bantuan program sejenis hanya Rp 15 juta, Murodhin menerima anggaran total Rp 50 juta. Kedua, anggaran itu juga bukan dari APBD maupun APBN, tapi murni swadaya Bupati, Wabup dan pejabat OPD.

Ketiga, pengerjaan bedah rumah juga dilakukan secara gotong royong, di mana Bupati Wihaji, Wabup Suyono, pimpinan OPD dan para Camat turun tangan gotong royong memperbaiki rumah Murodhin. "Ya inilah potret Kabupaten Batang, gotong royong harus menjadi pondasi nilai untuk membangun, untuk mandiri," ucap Wihaji.

Sesuai periode, tahun ini Wihaji-Suyono sedang memasuki tahun keempat kepemimpinannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batang. Adapun tema sentral pembangunan sesuai RPJMD di 2021 ini adalah "Perwujudan kondusivitas, ketentraman wilayah dan toleransi". Selain menggelorakan gotong royong, tahun ini Pemkab juga tengah membangun dua infrastruktur ikonik Batang, yakni Islamic Center di jalur Pantura Banyuputih, serta penyelesaian GOR Indoor di samping selatan Hutan Kota Rajawali.

Menuju Batang Sejahtera
Namun di tengah situasi sulit, berbagai upaya terus diikhtiarkan Pemkab Batang. Selain kebijakan penanganan pandemi Covid-19 yang cukup menguras anggaran, Pemkab juga terus fokus mengawal pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) fase I di Gringsing dan Banyuputih. Pasalnya, selain peluang keteserapan tenaga kerja lokal yang tinggi, ke depan Pemkab Batang juga bisa berharap banyak pada besarnya pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Saya tidak ingin memberikan janji, tapi insya Allah dalam tiga sampai lima tahun ke depan, Batang akan berubah, perubahan yang signifikan. Ke depan, PAD kita menjadi sangat besar, sehingga Batang bisa lebih mandiri, karena sumber anggaran untuk membangun semakin banyak, tidak melulu mengandalkan Dana Transfer Daerah dari pusat," jelas Bupati Wihaji.

Senada, optimisme ini pun disampaikan Wakil Bupati Batang, Suyono. Dia pun merinci berkah KITB yang bisa diperoleh Kabupaten Batang. Pertama, potensi kebutuhan tenaga kerja mencapai lebih dari 150 ribu, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang sempat naik akibat pandemi akan bisa terkurangi signifikan. Kedua, potensi peningkartan pemerataan pendapatan masyarakat, terutama di sekitar KITB dan wilayah penyangga, sehingga angka kemiskinan juga bisa terkurangi. Ketiga, penataan kota akan menjadi kebijakan jangka panjang, sehingga perwajahan Kabupaten Batang akan semakin baik.

"Kabupaten Batang juga otomatis akan menjadi pusat keramaian baru, lalu lintas orang yang berkunjung ke Batang akan tinggi. Ini bisa menambah tingkat perputaran uang di Batang, dan dampaknya bisa dirasakan masyarakat. Pariwisata bisa kian hidup, begitu pula simpul-simpul ekonomi di sekitar kawasan," beber Suyono.

Karena itu, banyak investor mulai melirik Batang untuk pengembangan hotel, mall hingga restauran. Wabup pun meminta masyarakat agar mempersiapkan diri, meningkatkan kapasitas dan ketrampilan, agar nantinya bisa ikut ambil bagian dalam perubahan Kabupaten Batang. "Kita tidak ingin Kabupaten Batang sekadar ketempatan gawe pusat, sementara masyarakat kita hanya jadi penonton. Makanya sejak awal kami di pemerintah daerah berjuang agar masyarakat kita bisa mendapatkan manfaat yang besar dari beroperasinya KIT Batang. Insya Allah ke depan Batang semakin mandiri, Batang semakin sejahtera masyarakatnya," ucap Suyono. (sef)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: