banner honda Juli 2026

Harga Terus Naik, Pengrajin Minta Ada HET Kedelai

Harga Terus Naik, Pengrajin Minta Ada HET Kedelai

*Ada Kenaikkan Tiap Hari

BATANG - Harga kedelai yang kian hari semakin naik membuat gamang para pengrajin tempe dan tahu. Salah satunya pengrajin tempe asal Kauman Batang, Priyatno (47).

Ia pun berharap pemerintah bisa menatapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk kedelai. Sehingga harga kedelai stabil dan tak membuat pengrajin gulung tikar.

"Kami berharap ada HET yang murah untuk kedelai. Semenjak tahun 2022 harga kedelai terus naik secara bertahap. Bahkan tiap hari naik sekitar Rp100-200 per kilogram. Padahal untuk sehari-hari kita beli hampir 1 kwintal. Sehingga terasa sekali kenaikkannya sekarang," ujar Priyatno saat diwawancarai Radar Pekalongan di rumah produksinya, Rabu (16/11/2022).

Priyatno menyebut harga kedelai sejak awal 2022 terus naik. Padahal sebelumnya ada di kisaran Rp7-9 Ribu per kilogram. Namun semenjak 2022 harga kedelai terus naik hingga Rp14 Ribu per kilogram.

"Kami tidak berharap adanya subsidi. Tapi kami berharap pemerintah mematok HET yang murah dan stabil. Sehingga tidak membebani pengrajin. Sekarang banyak pengrajin tahu tempe yang tidak bisa bertahan," harapnya.

Untuk tetap berproduksi, ia pun harus memutar otak. Priyatno pun akhirnya mengurangi ukuran tempe yang ia produksi. Tempe yang dibanderol Rp 7 Ribu per papan ukurannya ia kurangi dua cm. Yang semula panjangnya 32 cm menjadi 30 cm.

Ia pun mengaku permintaan tempenya pun menurun. Tetapi diakuinya antusias masyarakat untuk mengkonsumsi tempe masih cukup tinggi.

"Jadi kalau yang beli itu masih sama mbak. Secara jumlah orangnya tidak berkurang. Hanya saja kalau jumlah pembeliannya yang berkurang. Yang biasanya beli lima jadi beli empat, yang biasa beli enam jadi lima," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: